Sejarah Jong Islamieten Bond sebagai Gerakan Pemuda Islam Pertama

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Jong Islamieten Bond atau disingkat JIB, dimulai pada tahun 1925 sebagai gerakan pemuda Islam pertama di Indonesia yang bukan merupakan organisasi politik.
Simak lebih lanjut mengenai sejarah Jong Islamieten Bond sejak berdiri hingga bubar di bawah ini.
Sejarah Jong Islamieten Bond
Jong Islamieten Bond berdiri pada tanggal 1 Januari 1925 atas prakarsa Sjamsuridjal dan Wiwoho Purbohadidjojo yang didukung oleh H. Agus Salim.
Pendirian tersebut bermula dari keprihatinan mereka tentang kurangnya perhatian kaum muda Islam, terutama yang sudah mengenyam pendidikan gaya Barat, terhadap agama Islam.
Selain itu, juga kurangnya perhatian Jong Java terhadap bimbingan kerohanian bagi anggota yang beragama Islam seperti yang tertuang dalam buku Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia karya Jan. S Aritonang.
Awalnya usulan tersebut ditolak karena kalah dalam pemungutan suara yang membuat Sjamsuridjal dan beberapa rekannya keluar dari Jong Java dan mendirikan JIB.
Selain itu, di Jakarta dan Bandung juga didirikan Jong Islamieten Bond Dames Afdeeling (JIBDA) yang melepaskan diri sepenuhnya dari Jong Java.
Tujuan pendirian Jong Islamieten Bond adalah untuk memajukan pengetahuan tentang Islam, hidup secara Islam, dan persaudaraan dalam Islam.
Selain itu, Jong Islamieten Bond ingin melepaskan diri dari penindasan Barat serta berjuang meraih kemerdekaan agar bisa menjadi tuan di rumah sendiri.
Jong Islamieten Bond menggunakan media cetak Het Licht yang digunakan untuk menyebarkan ide mereka berdasarkan buku Simpul Sejarah karya Gungun Karya.
Salah satu peran penting JIB adalah melalui kongres ketiga yang dilaksanakan di Jogjakarta pada 23 - 27 Desember yang membicarakan mengenai Islam dan kebangsaan.
Saat itu, dirumuskan pengertian nasionalisme dalam pandangan Islam, yaitu harus mencintai tanah air, bangsa, dan agama, tapi harus diikuti dengan kesadaran cinta terhadap saudara seagama di luar negeri dan sesama manusia.
Kebangkitan JIB dan JIBDA mendorong lahirnya Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan mahasiswa Rechtshoogeschool dan Technische Hoogechool.
Demikian adalah sejarah Jong Islamieten Bond sebagai gerakan pemuda Islam pertama di Indonesia. (SP)
