Konten dari Pengguna

Sejarah Kebudayaan Melayu, Perjalanan, dan Perkembangannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Kebudayaan Melayu, Unsplash/Anggri Yulio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Kebudayaan Melayu, Unsplash/Anggri Yulio

Sejarah kebudayaan Melayu merupakan cerminan perjalanan panjang peradaban yang kaya akan nilai, tradisi, dan kearifan lokal.

Dikutip dari situs disbud.kepriprov.go.id, kebudayaan Melayu merupakan salah satu pilar penopang kebudayaan nasional khususnya dan kebudayaan dunia umumnya, di samping aneka budaya lainnya.

Sejarah Kebudayaan Melayu

Ilustrasi Sejarah Kebudayaan Melayu, Unsplash/Anggri Yulio

Dikutip dari jurnal Sejarah Kebudayaan Melayu, Tri Tarwiyani, (88-90), dalam sejarah kebudayaan Melayu, kebudayaan Melayu dalam arti sempit adalah kebudayaan Melayu yang terdapat dalam daerah tertentu seperti Melayu Medan, Melayu Riau, Melayu Betawi, dan Melayu Palembang (Samin, 2008).

Budaya Melayu adalah akal budi orang Melayu yang mengandung fungsi, etika, substansi, dan artistik yang khas dan dapat dikenali (Ahmad, 2003).

Identitas masyarakat Melayu diketahui ditopang oleh 4 fase sejarah. Keempat fase sejarah tersebut, yakni fase pra Hindu-Buddha, fase Hindu-Buddha, fase Islam, dan fase kolonialisme.

Pengertian fase pra Hindu-Buddha adalah fase masyarakat Melayu yang dikenal dengan ‘Proto Melayu’ dengan perkiraan angka tahun 3000 tahun sebelum Masehi.

Fase kedua, fase Hindu-Buddha, diketahui terjadi ketika masyarakat Melayu kuno menjalin hubungan dengan bangsa India yang diperkirakan terjadi sekitar abad ke-3 Masehi melalui jalur perdagangan.

Dalam sejarah kebudayaan Melayu, pengaruh budaya Hindu-Buddha terlihat dalam seni arsitektur, upacara adat, dan bahasa (Al Mudra, 2000).

Fase Islam dimulai ketika agama Islam masuk ke wilayah Nusantara sejak sekitar abad ke-11 dan berkembang semakin cepat pada abad ke-13 melalui jalur perdagangan.

Keempat fase ini disebutkan secara tidak langsung telah membentuk identitas dan kepribadian masyarakat Melayu.

Secara umum, perkembangan dan pertumbuhan kebudayaan Melayu dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Masa pra sejarah. Masa ini menunjukkan kebudayaan Melayu sebagai kebudayaan yang menonjolkan pemakaian bahasa, sistem sosial yang sederhana, dan karyanya berupa kebudayaan batu tua sampai batu tengah. Ini juga dikenal dengan nama ‘orang Melayu Tua (Proto)’.

  2. Pada masa batu baru, masyarakat telah mulai bermukim dan bercocok tanam dalam kehidupannya. Masyarakat tersebut disebut dengan ‘orang Melayu baru (Deutro Malay)’.

    Kehidupan menetap yang dilakukan masyarakat ini diketahui melahirkan sistem sosial dan politik dari orang Melayu sehingga muncullah kerajaan-kerajaan seperti Taruma, Kutai, dan sebagainya (Samin,2003).

Sejarah kebudayaan Melayu tidak hanya menjadi warisan berharga bagi masyarakatnya, tetapi juga bagian penting dari khazanah budaya dunia.

Dengan terus melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budayanya, generasi mendatang dapat memahami dan menghargai kekayaan warisan leluhur yang telah membentuk jati diri bangsa Melayu.(Mey)

Baca Juga: 3 Bukti Bahwa Kebudayaan India Begitu Berpengaruh di Indonesia