Konten dari Pengguna

Sejarah Kekaisaran Babilonia, Pemimpin, dan Keruntuhannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Kekaisaran Babilonia. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Kekaisaran Babilonia. Sumber foto: Unsplash

Sejarah Kekaisaran Babilonia dimulai pada 626 SM, setelah berhasil meruntuhkan Kerajaan Asyur. Saat itu, kekaisaran ini berhasil menjadi salah satu peradaban maju pada Mesopotamia Kuno.

Kemajuan mereka ini ditunjukkan dengan bukti peninggalan salah satu keajaiban dunia, yakni Taman Gantung Babilonia. Oleh karena itu, simak sejarah lengkap Kekaisaran Babilonia di bawah ini.

Sejarah Kekaisaran Babilonia dan Daftar Pemimpin

Ilustrasi Kekaisaran Babilonia. Sumber foto: Unsplash

Kekaisaran Babilonia merupakan salah satu peradaban yang sangat maju pada zaman Mesopotamia Kuno. Kekaisaran ini berdiri pada 626 SM, setelah berhasil meruntuhkan Kerajaan Asyura atau Assyria.

Ibu kota Kekaisaran ini terletak di kota Babilon, dekat dengan Baghdad, Irak. Kekaisaran Babilonia pernah berjaya saat berada di bawah pemerintahan Raja Nebukadnezar II pada 604-562 SM.

Di bawah perintahnya, bangsa Babilonia menjadi bangsa yang maju saat itu, terutama dalam bidang matematika, astronomi, teknik irigasi, hingga seni bangunan. Akibatnya, banyak peninggalan yang diberikan oleh kekaisaran ini.

Dikutip dari buku Modul Ringkasan SBMPTN Sejarah karya The King Eduka, peninggalan Kekaisaran Babilonia yang paling terkenal adalah taman gantung bertingkat yang menjadi salah satu keajaiban dunia.

Selain Raja Hammurabi dan Nebukadnezar II, Kekaisaran Babilonia juga pernah dipimpin oleh deretan raja lain. Siapa saja mereka? Berikut daftar lengkapnya.

  • Nabopolassar (626-605 SM)

  • Nebukadnezar II (604-562 SM)

  • Ewil-Merodakh (562-560 SM)

  • Nergal-sarezer (560-556 SM)

  • Labashi-Marduk (556 SM)

  • Nabonidus (556-539 SM)

  • Belsyazar (549-539 SM)

Karena sejumlah pemimpin di atas, Kekaisaran Babilonia menjadi salah satu bangsa termaju, di mana mereka lah yang pertama kali menemukan sistem zodiak dengan rasi bintang.

Keruntuhan Kekaisaran Babilonia

Setelah beberapa dekade menjadi peradaban maju, Babilonia pun jatuh ke tangan Nabondius, dengan cara menggulingkan pemerintahan Labashi Marduk, yang saat itu belum cukup umur.

Selama memerintah, rakyat tidak puas dan resah dengan pemerintahan Nabondius. Hal ini disebabkan oleh gaya kepemimpinnanya yang otoriter dan keras.

Setelah 17 tahun menjadi seorang kaisar, Nabondius menyerahkan takhtanya kepada putranya, Pangeran Belsyazar. Selama pemerintahannya, muncul Kekaisaran Persia pertama, Akhemeniyah.

Kekaisaran Akhemeniyah sangat pintar dalam mengambil peluang, di mana mereka menyerang Kekaisaran Babilonia saaat Pangeran Belsyazar lengah. Akibatnya, Kekaisaran Babilonia runtuh di tangan Persia Baru. (RN)