Sejarah Kelahiran Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah kelahiran Pancasila tidak muncul secara mendadak, tetapi merupakan hasil dari diskusi, penyusunan, dan pemikiran yang mendalam oleh para pendiri bangsa.
Mengutip dari Buku Memahami Pancasila Dari Masa ke Masa, Isriadi Wijiastuti, (2022:7), meskipun ada perbedaan di antara para pendiri bangsa, konsep Pancasila yang diajukan tetap memiliki kesamaan dalam berbagai aspek.
Sejarah Kelahiran Pancasila
Berikut ini adalah sejarah kelahiran Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Selama Perang Dunia II pada tahun 1942, Indonesia belum memiliki negara sendiri. Pada waktu itu, Indonesia masih berada di bawah penjajahan Jepang. Rakyat Indonesia mengalami banyak penderitaan.
Hasil pertanian diambil secara paksa. Pemuda dipaksa menjadi romusha, yaitu pekerja yang disiksa. Gadis-gadis diculik dan dijadikan sebagai jugun ianfu atau perempuan penghibur untuk tentara Jepang.
Inilah sebabnya pasukan Pembela Tanah Air PETA kepemimpinan Supriyadi mulai menentang Jepang. Tokoh-tokoh nasional juga semakin giat berjuang untuk memproklamirkan kemerdekaan.
Peluang Indonesia untuk meraih kemerdekaan muncul saat kekuatan Jepang sebagai penjajah mulai melemah. Pada waktu itu, Jepang terlibat dalam peperangan melawan Sekutu dalam Perang Dunia II.
Sekutu terdiri dari pasukan Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan beberapa negara lain. Di akhir tahun 1944, militer Jepang terdesak. Mereka berusaha mendapatkan dukungan dari bangsa Indonesia.
Penyusunan dasar negara atau Pancasila dilakukan oleh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang dikenal sebagai BPUPKI pada tahun 1945.
BPUPKI atau Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada tanggal 28 Mei 1945 untuk menyelidiki upaya-upaya menuju kemerdekaan.
BPUPKI secara resmi dilantik oleh pemerintah Jepang dengan anggota sebanyak 62 orang yang terdiri dari para tokoh bangsa Indonesia dan tujuh perwakilan dari Jepang.
Pemimpin BPUPKI adalah Dr. K. R. T Radjiman Wedyodiningrat dengan dua wakil ketua, yaitu Ichibangase Yosio dari Jepang dan R. P Soeroso. BPUPKI mengadakan dua sesi pertemuan.
Pertemuan pertama berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945 membahas mengenai dasar negara. Pertemuan kedua berlangsung dari 10 hingga 17 Juni 1945 membahas rancangan UUD.
Dalam pidato pembuka pada pertemuan pertama, ketua BPUPKI menyatakan bahwa untuk mendirikan Indonesia yang merdeka sangat penting untuk memiliki dasar negara.
Saat memulai rapat pada 29 Mei 1945, Dr. K. R. T Radjiman Wedyodiningrat mengajak para anggota untuk membahas "dasar negara" yang nantinya menjadi landasan bagi Indonesia Merdeka.
Hal ini menjadi fokus dari pertemuan pertama yang telah dilaksanakan oleh BPUPKI, di mana terdapat beberapa tokoh-tokoh yang mengajukan ide mengenai landasan negara Indonesia yang merdeka termasuk Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno.
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pemikirannya tentang dasar negara Indonesia yang dikenal dengan nama Pancasila. Oleh sebab itu, setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
Akhirnya secara resmi sejarah kelahiran Pancasila dinyatakan sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui keputusan yang diambil dalam sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Deklarasi ini terjadi bersamaan dengan pengesahan UUD 1945 sebagai konstitusi negara. (Dista)
Baca Juga: 5 Urgensi Pancasila sebagai Sistem Etika
