Sejarah Kelahiran Sarekat Islam dan Masa Perpecahan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sarekat Islam merupakan organisasi paling awal yang berdiri di Indonesia. Organisasi ini mempunyai peranan penting dalam perkembangan organisasi nasional Indonesia. Sejarah kelahiran Sarekat Islam diawali dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam atau SDI.
SDI merupakan perkumpulan pedagang Islam dan didirikan oleh H. Samanhudi pada 16 Oktober 1905. Perkumpulan ini menyatu dalam organisasi pergerakan nasional dan menjadi cikal bakal berdirinya Sarekat Islam.
Sejarah Kelahiran Sarekat Islam
Anggit Rizkianto dalam buku berjudul Jalan Dakwah Sarekat Islam menjelaskan bahwa Sarekat Islam sudah mempunyai rencana jangka panjang yang sangat matang, baik secara dakwah maupun politik.
Sarekat Islam diketahui begitu menentang kolonialisme dan bercita-cita mewujudkan kemerdekaan. Pada awalnya organisasi SDI yang sebagai cikal bakal Sarekat Islam mempunyai tujuan, sebagai berikut.
Menghadapi persaingan dagang yang terjadi antara pedagang Tiongkok dan sikap superioritasnya.
Bentuk perlawanan menghadapi seluruh penghinaan terhadap rakyat bumiputera.
Mengatasi tekanan dari pada bangsawan yang dirasakan masyarakat Indonesia di daerah Solo.
Mengutamakan sosial ekonomi.
Mempersatukan semua pedagang batik.
Memajukan semua sekolah-sekolah Islam.
Kemudian pada tahun 1912, nama organisasi Sarekat Dagang Islam berubah nama menjadi Sarekat Islam oleh H.O.S Tjokroaminoto.
Perubahan nama ini tujuannya supaya keanggotaan organisasi tidak hanya golongan pedagang saja, namun terbuka secara umum bagi semua umat Islam di Indonesia. Sementara Tujuan dari Sarekat Islam adalah sebagai berikut.
Mengembangkan pendidikan serta pengajaran untuk masyarakat pribumi.
Mengembangkan jiwa dagang serta kesejahteraan masyarakat pribumi.
Membantu kesulitan para anggota yang terjadi pada sektor ekonomi.
Memperbaiki citra Islam dalam pandangan kalangan masyarakat luas.
Mengembangkan eksistensi agama Islam yang ada di Indonesia.
Sarekat Islam terus menyuarakan semangat perjuangan Islam untuk melawan kolonialisme serta Imperialisme. Akhirnya Sarekat Islam sukses menarik simpati masyarakat pribumi.
Perkembangan organisasi ini sampai ke desa dan pedalaman. Rakyat desa menganggap Sarekat Islam merupakan wadah perjuangan melawan struktur kekuasaan lokal.
Masa Perpecahan
Bermula pada tahun 1914, terdapat anggota Sarekat islam berhasil terpengaruh ideologi Komunis dari tokoh Indische Social Democratische Vereniging atau ISDV yakni, Henk Sneevliet.
Akibatnya, ada beberapa tokoh anggota Sarekat Islam yang ingin mengubah perjuangan Sarekat Islam ke arah komunisme. Namun, upaya tersebut mendapatkan perlawanan dari golongan Islam konservatif.
Akhirnya, kondisi tersebut memecahkan Sarekat Islam menjadi dua, yakni Sarekat Islam Merah dengan pimpinan Semoen dan Sarekat Islam utih dengan pimpinan Tjokroaminoto.
Demikianlah sejarah singkat kelahiran Sarekat Islam di Indonesia. Semoga bermanfaat!(EK)
