Konten dari Pengguna

Sejarah Kelahiran Tri Koro Dharmo sebagai Organisasi Pemuda Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah kelahiran tri koro dharmo. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah kelahiran tri koro dharmo. Foto: Pexels

Sejarah kelahiran Tri Koro Dharmo bermula dari adanya ketidakpuasan beberapa anggota Boedi Oetomo yang menganggap organisasi tersebut merupakan perkumpulan kaum tua.

Akhirnya itu menjadi awal mulai sejarah kelahiran Tri Koro Dharmo. Artikel berikut akan membahasnya lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Sejarah Kelahiran Tri Koro Dharmo

Ilustrasi sejarah kelahiran tri koro dharmo. Foto: Pexels

Para pemuda Boedi Oetomo yang dipelopori oleh Satiman Wirjosandjojo, Kadarman, dan Soenardi, merasa harus memiliki kumpulan sendiri karena sudah tidak sejalan.

Mereka kemudian mewujudkan keinginan dengan mendirikan Tri Koro Dharmo pada 7 Maret 1915 di Batavia. Tiga asas Tri Koro Dharmo adalah:

  1. Menimbulkan pertalian antara murid-murid bumiputra pada sekolah menengah, kursus perguruan kejuruan, dan sekolah vak.

  2. Menambah pengetahuan umum bagi para anggotanya.

  3. Membangkitkan dan mempertajam perasaan untuk segala bahasa dan budaya Indonesia.

Tri Koro Dharmo sendiri memiliki arti tiga tujuan mulia, yaitu sakti, budi, dan bakti. Kegiatan yang dilakukan mencakup bidang pendidikan, kesenian, dan kepanduan.

Selain nama di atas, Tri Koro Dharmo memiliki beberapa anggota lain, seperti Soetomo sebagai sekretaris, juga Muslich, Musodo, dan Abdul Rachman sebagai anggota.

Tri Koro Dharmo bersifat Jawa sentris, meskipun disebut sebagai gerakan pemuda. Hal ini diperkuat dengan para anggotanya yang berasal dari Jawa dan Madura.

Tujuan organisasi ini juga sangat Jawa sentris, yakni mencapai Jawa raya dengan jalan memperkokoh rasa persatuan antara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali dan Lombok.

Tujuh bulan kemudian, Tri Koro Dharmo berhasil menerbitkan majalahnya sendiri. Namun, sifat organisasi yang Jawa sentris ternyata tidak membuat pemuda Madura dan Sunda merasa puas.

Tri Koro Dharmo dengan segera mengadakan kongres pertama di Solo pada 12 Juni 1918 untuk menghindari perpecahan di dalam tubuh organisasi.

Dalam kongres saat itu, Tri Koro Dharmo berubah nama menjadi Jong Java yang masih tidak berkeinginan melangkah ke politik, seperti yang ditulis dalam buku Boedi Oetomo karya Gamal Komandoko.

Bisa disimpulkan bahwa organisasi Tri Koro Dharmo hanya berdiri selama tiga tahun sebelum berubah nama, walaupun masih menganut sifat Jawa sentris yang sama.

Demikian adalah sejarah kelahiran Tri Koro Dharmo sebagai organisasi pemuda pertama di Indonesia. (SP)