Konten dari Pengguna

Sejarah Kerajaan Banjar yang Terletak di Banjarmasin

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Kerajaan Banjar. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Kerajaan Banjar. Foto: Pixabay

Sejarah Kerajaan Banjar dimulai sejak tahun 1520 yang dikenal sebagai salah satu kerajaan Islam pertama di wilayah Kalimantan Selatan setelah adanya pengaruh Kerajaan Demak.

Bagaimana sejarah lengkapnya? Simak pembahasan mengenai sejarah Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan dalam artikel berikut ini.

Sejarah Kerajaan Banjar

Ilustrasi sejarah Kerajaan Banjar. Foto: Pixabay

Menurut buku Sejarah SMA/MA karya Ignas Kingkin, dkk., pada awalnya, di Kalimantan Selatan terdiri dari tiga buah kerajaan, yaitu Negaradaha, Negaradipa, dan Banjar.

Ketika ketiga kerajaan itu sibuk berebut kekuasaan dan Banjar kesulitan menghadapi lawan-lawannya, maka akhirnya Banjar meminta bantuan dari Kerajaan Demak.

Kerajaan Demak saat itu setuju dan mereka mengirim tentara juga para ulama Islam untuk membantu. Hingga akhirnya, mereka berhasil mengalahkan Negaradaha kala itu.

Atas besarnya pengaruh ulama Kerajaan Demak tersebut, Raja Banjar yang bernama Raden Samodra kemudian tertarik untuk masuk Islam dan berganti nama menjadi Sultan Suryanullah.

Perekonomian Kerajaan Banjar berkembang pesat pada abad ke-16 hingga ke-17 M dengan adanya jalur perairan yang strategis sebagai lalu lintas perdagangan.

Dalam buku Sejarah Peradaban Islam karya Suyuthi Pulungan, Kerajaan Banjar memiliki industri besi dan logam di daerah Negara dan kemampuan mereka tersebut menghasilkan bermacam barang untuk diekspor.

Sejak abad ke-17 M, daerah Negara terkenal oleh pembuatan kapal dan senjata, seperti kapak, golok, cangkul, dan lainnya. Selain itu, juga dikenal usaha pertukangan, seperti tukang gergaji, tukang sirap, dan lainnya.

Hingga tak lama kemudian, pihak kolonial Belanda hadir sebagai akibat dari dibukanya kerajaan sebagai pelabuhan bebas dengan komoditas utama lada putih yang sangat laku di Eropa.

Berdasarkan buku Sejarah Nasional Indonesia karya Marwati dan Nugroho, Belanda berusaha memonopoli lada di Kerajaan Banjar pada 1606.

Saat itu, pihak Belanda bahkan sudah berhasil membuat raja menandatangani kontrak. Akan tetapi, pada kenyataannya, bukan raja yang menguasai lada, melainkan para pangeran.

Para pangeran menjual lada pada siapa saja dan raja tidak bisa ikut campur. Hal tersebut membuat pihak Belanda mulai gusar hingga tercetuslah Perang Banjar.

Perang Banjar berlangsung dalam dua tahap, yaitu yang pertama berlangsung tahun 1859-1863 dan yang kedua berlangsung tahun 1863-1905. Hingga pada akhirnya, Kerajaan Banjar kalah sekaligus runtuh pada 1905.

Demikian adalah sejarah panjang Kerajaan Banjar yang merupakan kerajaan Islam di Kalimantan Selatan. (SP)