Konten dari Pengguna

Sejarah Kerajaan Gowa-Tallo, Kejayaan, dan Peninggalannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Kerajaan Gowa-Tallo. Sumber: Julia Volk/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Kerajaan Gowa-Tallo. Sumber: Julia Volk/pexels.com

Kerajaan Gowa-Tallo adalah salah satu kerajaan Islam yang berada di Sulawesi Selatan dan berdiri dari abad ke-14 Masehi. Adapun sejarah Kerajaan Gowa-Tallo bermula dari 9 kelompok masyarakat yang memutuskan untuk menggabungkan pemerintahannya.

Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa Abad XVI sampai Abad XVII: abad XVI sampai abad XVII, menyebutkan bahwa Kerajaan Gowa-Tallo sempat memiliki konflik yang membuatnya pecah, tetapi kemudian bersatu kembali.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sejarah Kerajaan Gowa-Tallo, simak selengkapnya di artikel berikut.

Sejarah Kerajaan Gowa-Tallo

Ilustrasi sejarah Kerajaan Gowa-Tallo. Sumber: Abdullah Ghatasheh/pexels.com

Kerajaan Gowa-Tallo adalah salah satu kerajaan yang berada di Sulawesi Selatan. Kerajaan Islam ini juga sering disebut sebagai Kerajaan Makassar. Sejarah Kerajaan Gowa-Tallo bermula dari 9 kelompok masyarakat bernama Sembilan Bendera atau Bate Salapang yang memutuskan untuk menyatukan pemerintahannya.

Kala itu, masyarakat-masyarakat tersebut membutuhkan pemimpin dari luar komunitas yang sekiranya mampu bersikap adil serta menyatukan sembilan kelompok tersebut. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan Tamanurung Bainea dan diangkat sebagai raja Kerajaan Gowa.

Selanjutnya, ketika dipimpin oleh Tonatangka Lopi, raja Gowa ke-6, kerajaan dibagi menjadi dua kawasan, yakni Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo. Kedua kerajaan ini sering bertikai dan akhirnya mampu disatukan kembali oleh Daeng Matanre Karaeng Tumparisi Kallona.

Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo

Kerajaan Gowa-Tallo mencapai masa kejayaannya di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin yang mendapatkan julukan Ayam Jantan dari Timur. Pada masa kejayaannya, Kerajaan Gowa-Tallo berkembang menjadi negara maritim sekaligus pusat perdagangan.

Selain itu, Sultan Hasanuddin juga mampu memajukan pendidikan serta kebudayaan Islam dengan belajar ilmu Islam di Banten. Tak berhenti di situ saja, Sultan Hasanuddin juga menolak kedatangan VOC.

Peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo

Kerajaan Gowa-Tallo memiliki sejumlah peninggalan bersejarah yang masih ada hingga kini. Adapun beberapa peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo antara lain:.

  • Masjid Katangka yang dibangun pada 1603 dan telah mengalami beberapa kali proses pemugaran.

  • Benteng Fort Rotterdam yang dibangun pada abad ke-14 di bawah kepemimpinan Sultan Alauddin.

  • Kompleks pemakaman raja-raja Gowa yang terletak di Kecamatan Tallo, Ujung Pandang.

Demikian beberapa informasi berkaitan dengan sejarah Kerajaan Gowa-Tallo, masa kejayaan, serta peninggalannya. [ENF]