Sejarah Kerajaan Panjalu di Kediri Jawa Timur

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Panjalu atau Kadiri atau Kediri atau Kerajaan Daha merupakan kerajaan yang berada di Kediri Jawa Timur. Di mana kerajaan ini berkuasa dari tahun 1042 hingga 1222.
Kerajaan yang berpusat di Daha ini termasuk Kerajaan Hindu-Buddha. Untuk mengetahui lebih lanjut seputar sejarah Kerajaan Panjalu, simak pembahasannya di sini.
Sejarah Kerajaan Panjalu
Adi Sudirman dalam buku berjudul Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer menjelaskan bahwa sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui oleh adanya prasasti Sirah Keting tahun 1104 atas nama Sri Jayawarsa.
Kerajaan Panjalu meliputi wilayah Kediri, Madiun, dan ibu kotanya berada di Daha. Kerajaan Panjalu berdiri setelah Airlangga membagi Kerajaan Kahuripan menjadi dua kepada dua putranya, yaitu Kerajaan Panjalu untuk Sri Samarawijaya dan Kerajaan Jenggala kepada Mapanji Garasakan.
Namun, polemik antara kedua kerajaan tersebut sering terjadi dan memunculkan perang saudara. Kerajaan Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabaya berhasil menaklukkan Kerajaan Jenggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang (1135), yakni Panjalu Jayati atau Panjalu Menang.
Hingga akhirnya Kerajaan Panjalu menang dari Kerajaan Jenggala dan menguasai seluruh tahta Airlangga.
Masa Kejayaan Kerajaan Panjalu
Pada masa pemerintahan Sri Jayabaya, Kerajaan Panjalu atau Kediri mengalami kejayaan. Wilayah kerajaan ini mencakup seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara, bahkan bisa mengalahkan pengaruh kerajaan Sriwijaya di Sumatra.
Daftar Raja yang Memerintah Kerajaan Panjalu
Inilah daftar raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kediri dari mulai pendirian hingga masa keruntuhannya.
Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu.
Kameshwara.
Jayabaya.
Prabu Sarwaswera.
Prabu Kroncharyadipa.
Srengga Kertajaya.
Kertajaya.
Runtuhnya Kerajaan Panjalu
Adapun kisah keruntuhan Kerajaan Panjalu atau Kediri terjadi pada masa pemerintahan Kertajaya.
Dalam kitab Pararaton dan Negarakertagama dijelaskan bahwa pada masa itu, Kertajaya mengalami pertentangan dengan kaum Brahmana.
Kaum Brahmana beranggapan bahwa Kertajaya telah melanggar agama dan memaksa menyembahnya sebagai dewa. Kemudian, kaum Brahmana meminta perlindungan kepada Ken Arok, Akuwu Tumapel.
Kebetulan, Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang menjadi daerah bawahan Kediri. Akhirnya perang terjadi antara Kerajaan Kediri dan Tumapel. Pada perang tersebut Ken Arok berhasil mengalahkan Kertajaya.
Kemenangan Ken Arok atas Kertajaya menandai berakhirnya masa kejayaan Kerajaan Panjalu, yang sejak itu kemudian Panjalu menjadi bawahan dari Tumapel atau Singasari.
Itulah penjelasan mengenai sejarah Kerajaan Palalu yang menarik untuk diketahui. (eK)
