Sejarah Kesultanan Surakarta, Fungsi, dan Arsitekturnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Kesultanan Surakarta berkaitan dengan Kerajaan Mataram Islam. Kesultanan Surakarta berdiri sekitar tahun 1744 dan dibangun oleh Susuhan Pakubuwono III.
Mulyana dalam Pembagian dan Kepengelolaan Kotagede antara Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta Tahun 1755 M-1830 M menyebutkan bahwa Kesultanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta adalah dua kesultanan yang dibangun setelah Kerajaan Mataram Islam dibagi menjadi dua.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sejarah Kesultanan Surakarta, simak selengkapnya di artikel berikut.
Sejarah Kesultanan Surakarta
Kesultanan Surakarta adalah kerajaan Islam yang berdiri usai sekitar tahun 1744. Sejarah Kesultanan Surakarta ini berkaitan dengan Kerajaan Mataram Islam.
Pendirian Kesultanan Surakarta bermula dari Kerajaan Mataram Islam yang mengalami keruntuhan. Usai keruntuhan kerajaan tersebut, akhirnya diadakan Perjanjian Giyanti yang membagi wilayah kekuasaannya menjadi dua, yaitu Keraton Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta.
Kesultanan Surakarta sendiri didirikan oleh Sultan Pakubuwono III yang mempunyai gelar Susuhunan Paku Buwana Senapati Ing Alaga Abdul Rahman Sayidin Panatagama.
Fungsi Kesultanan Surakarta
Pada dasarnya, Kesultanan Surakarta berfungsi sebagai tempat tinggal raja serta keluarganya. Di luar itu, Kesultanan Surakarta juga mempunyai beberapa fungsi lainnya. Adapun beberapa fungsi Kesultanan Surakarta adalah:
Pusat kegiatan khazanah adat dan kebudayaan Jawa.
Tempat wisata.
Pusat ajaran Islam.
Gaya Arsitektur Kesultanan Surakarta
Dari segi arsitektur Kesultanan Surakarta disusun berdasarkan gaya bangunan Jawa. Di samping itu, bangunan Kesultanan Surakarta juga memiliki beberapa bagian. Adapun sejumlah bagian Kesultanan Surakarta adalah:
Kompleks Alun-Alun Utara. Di kompleks ini, terdapat beberapa bangunan lainnya, seperti Pamurakan, Gapura Gladag, Masjid Agung Surakarta, Bale Pekapalan, Bale Pewatangan, Gapura Klewer, serta Gapura Bathangan.
Kompleks Siti Hinggil Utara.
Kompleks Kamandungan Utara. Kompleks ini mempunyai gerbang masuk dengan nama Kori Brajanala serta Bangsal Wisamarta.
Kompleks Pagelaran Sasana Sumewa.
Kompleks Sri Manganti Utara. Di halaman kompleks tersebut terdapat bangunan Bangsal Marakata serta Bangsal Marcukundha. Ada pula Menara Sanggabuwana di sebelah barat daya Bangsal Marcukundha.
Kompleks Kamagangan dan Sri Manganti Selatan
Kompleks Kedhaton.
Kompleks Siti Hinggil Selatan.
Kompleks Kamandungan Selatan.
Alun-Alun Selatan.
Demikian sederet informasi mengenai sejarah Kesultanan Surakarta, fungsi, dan gaya arsitekturnya. [ENF]
