Sejarah Kongres Sumpah Pemuda yang Penting Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumpah Pemuda merupakan sebuah peristiwa sejarah penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Terjadinya Kongres Sumpah Pemuda berhasil memicu semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di masa penjajahan.
Lalu bagaimana sejarah Kongres Sumpah Pemuda? Simak selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.
Sejarah Kongres Sumpah Pemuda
Berdasarkan website resmi Museum Sumpah Pemuda, Kongres Sumpah Pemuda pertama kali digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) pada 27-28 Oktober 1928.
Kongres tersebut pada awalnya bertujuan untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan yang telah tumbuh di dalam diri para pemuda pemudi Indonesia.
Sebelum memulai kongres, sudah dilakukan tiga pertemuan pada 3 Mei dan 12 Agustus 1928. Ketiga ertemuan tersebut bertujuan untuk membentuk panitia, menyusun acara, waktu, tempat, dan biaya.
Pada rapat pertama, telah menghasilkan struktur kepemimpinan kongres yang terdiri dari Sugondo Djojopuspito sebagai ketua, R. M. Djoko Marsaid sebagai wakil, dan Muh. Yamin sebagai sekretaris.
Kongres Pemuda kedua kemudian disepakati akan dilaksanakan di tiga tempat sekaligus pada 27-28 Oktober 1928. Berikut penjelasannya.
1. Gedung Katholieke Jongenlingen Bond
Rapat dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober malam. Kongres tersebut dibuka dengan sambutan dari ketua kongres. Kemudian dilanjutkan oleh uraian dari Muh. Yamin mengenai arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.
2. Gedung Oost Java Bioscoop
Rapat selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober pagi. Kongres kali itu berfokus untuk membahas pendidikan. Poernomowulan dan Sarmidi Mangoensarkoro berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan dan demokratis juga seimbang antara pendidikan di sekolah dan rumah.
3. Gedung Indonesische Clubgebouw
Rapat terakhir di tanggal 28 Oktober malam ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi. Selanjutnya, dibahas juga mengenai gerakan kepanduan yang tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional.
Gerakan kepanduan sejak dini bermanfaat untuk mendidik anak disiplin dan mandiri. Terakhir dibahas mengenai pandu sejati yang adalah pandu berdasarkan semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air Indonesia.
Kongres pada akhirnya ditutup dengan pembacaan putusan oleh Sugondo Djojopuspito yang kemudian dirumuskan oleh Muh. Yamin.
Demikian pembahasan mengenai sejarah Kongres Sumpah Pemuda yang perlu diketahui. (SP)
