Sejarah Kopassus, Pasukan Hantu Rimba Kebanggaan Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mendengar Kopassus, pasti yang terlintas dalam pikiran adalah pasukan elit dengan kemampuan khusus. Sejarah Kopassus dibentuk pada 16 April 1952, setelah melewati sejarah perjuangan panjang.
Kopassus mempunyai tugas sebagai, Direct Action (serangan langsung memporak-porandakan logistik musuh), Combat SAR, Advance Combat Intelligence dan sebagainya. Bahkan dalam kiprahnya, Kopassus sukses menangani berbagai kasus berat.
Lalu seperti apa sejarah perjuangan Kopassus? Simak uraian berikut!
Sejarah Kopassus
M. Basrowi dalam buku berjudul Ensiklopedia Profesi : Seri Angkatan Bersenjata menjelaskan bahwa, Kopassus atau sering disebut dengan Komando Pasukan Khusus adalah bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat.
Kopassus ini mendapat julukan hantu rimba kebanggaan Indonesia. Mempunyai kemampuan khusus, misalnya bergerak cepat pada setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, serta anti teror.
Sejarah pembentukan Kopassus berawal di bulan Juli 1950, ketika muncul pemberontakan kelompok di Maluku. Kelompok ini menyebut dirinya sebagai RMS (Republik Maluku Selatan).
Pada masa itu, Pimpinan Angkatan Perang RI segera menugaskan pasukan agar menumpas kelompok tersebut. Operasi tersebut di bawah pimpinan Panglima Tentara Teritorium III A.E. Kawilarang.
Sementara komandan di bawah Letkol Slamet Riyadi. Operasi ini sukses menumpas kelompok tersebut, tetapi memakan korban cukup banyak dari pihak TNI.
Pada peristiwa berdarah inilah, memunculkan ide Letkol Slamet Riyadi mempelopori pendirian satuan pemukul yang bisa digerakkan dengan cepat dan tepat dalam menghadapi sasaran ketika di medan perang meski berat sekalipun.
Setelah Letkol Slamet Riyadi gugur pada pertempuran di sekitar Ambon, gagasan ini kemudian diwujudkan oleh Kolonel A.E Kawilarang. Lewat Instruksi Panglima Tentara juga Teritorium III Nomor.55/Instr/PDS/52 pada 16 April 1952,.
Pembentukan ‘KESATUAN KOMANDO TERITORIUM III’ yang menjadi cikal bakal “KORPS BARET MERAH” berhasil dijalankan. Komandan pertama adalah Mayor Moch. Idjon Djanbi.
Pada perjalanan selanjutnya, perubahan nama pasukan ini terjadi berkali-kali. Misalnya, Kesatuan Komando Angkatan Darat atau KKAD tahun 1953. Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat atau RPKAD tahun 1952.
Kemudian Resimen Para Komando Angkatan Darat atau RPKAD tahun 1955. Berubah menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI-AD atau PUSPASUS TNI-AD tahun 1966.
Berubah lagi menjadi Komando Pasukan Sandhi Yudha atau KOPASSANDHA pada tahun 1971. Finalnya pada tahun 1985 berubah menjadi Komando Pasukan Khusus atau Kopassus hingga sekarang.
Itulah sejarah Kopassus secara singkat yang pada tanggal 16 April 2023 telah merayakan HUT ke-71. Semoga bermanfaat!(EK)
