Sejarah Kota Palembang dari Masa Kerajaan Sriwijaya hingga Saat Ini

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Kota Palembang melatarbelakangi perjalanan kota yang berada di Provinsi Sumatera Selatan ini. Kota ini merupakan salah satu kota tertua di Indonesia yang diperkirakan mencapai usia 1.337 tahun.
Dikutip dari palembang.go.id, sejarah kota ini terekam dalam prasasti Kedukan Bukit yang berangka tahun 16 Juni 682 Masehi, salah satu peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya.
Dalam prasasti ini disebutkan bahwa pada tanggal tersebut, penguasa Sriwijaya mendirikan wanua (permukiman) di wilayah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang.
Sejarah Kota Palembang, Awal Kerajaan Sriwijaya
Sejarah kota Palembang diawali dari asal-usul nama "Palembang". Dalam bahasa Melayu, awalan “Pa” atau “Pe” berarti suatu tempat atau keadaan.
Sementara kata “lembang” atau “lembeng” merujuk pada tanah rendah yang tergenang air, atau akar yang membengkak karena terendam. Hal ini sesuai dengan kondisi geografis Palembang yang dikelilingi air.
Dalam bahasa Melayu-Palembang, "lembang" artinya genangan air. Maka, Palembang secara etimologis berarti tempat yang digenangi air.
Sungai Musi di Palembang menjadi urat nadi kehidupan dan perdagangan. Sungai ini menghubungkan Palembang dengan berbagai kawasan di Asia.
1. Sriwijaya: Port-Polity dan Pusat Maritim Asia Tenggara
Dalam struktur politik dan ekonomi, Sriwijaya adalah contoh dari bentuk pemerintahan yang dikenal sebagai port-polity.
Konsep ini mengacu pada pusat kekuasaan tumbuh dari pelabuhan dan perdagangan. Sebagai tempat lalu lintas dagang antarbangsa, Sriwijaya pun kian berkembang menjadi pusat redistribusi barang, kebudayaan, dan pengaruh politik.
Kekayaan dan kemakmuran diperoleh oleh para pemimpin lokal. Dalam konteks Sriwijaya disebut sebagai datu.
Kekayaan ini menjadi landasan kekuasaan ekonomi dan politik. Inilah yang membuat Sriwijaya mengendalikan sebagian besar jalur perdagangan maritim di Asia Tenggara, terkhusus di Selat Malaka.
2. Keruntuhan Sriwijaya dan Transisi Sejarah
Masa kejayaan Sriwijaya berlangsung dari abad ke-7 hingga ke-9. Namun, memasuki abad ke-12, kerajaan ini mulai mengalami kemunduran.
Kesultanan Aceh dan kerajaan-kerajaan di Semenanjung Melayu tumbuh menjadi kekuatan baru. Kerajaan tersebut mengambil alih peran Sriwijaya sebagai pusat perdagangan dan budaya.
Sejarah Kota Palembang adalah perjalanan panjang dari pusat kerajaan besar, era kolonial, sampai menjadi kota yang modern. Keunikan Palembang dan eksistensinya menjadi simbol penting dalam sejarah Indonesia. (Win)
Baca Juga: 4 Situs Sejarah Islam di Arab Saudi dan Asal-usulnya
