Sejarah Lapangan Banteng yang Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Lapangan Banteng yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda memiliki kisah panjang. Dahulu, tempat yang bernama Waterlooplein ini digunakan untuk pameran kereta kuda.
Setelah melewati berbagai macam perubahan nama, akhirnya Lapangan Banteng menjadi salah satu tempat rekreasi yang sering dikunjungi oleh warga untuk berolahraga atau mencari udara segar.
Sejarah Lapangan Banteng
Lapangan Banteng yang terletak di Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta memang menjadi salah satu destinasi favorit para turis dan warga Jakarta untuk berekreasi.
Sayangnya, tak banyak orang yang tahu mengenai sejarah Lapangan Banteng yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini. Padahal, kisah yang disimpan oleh tempat ini sangatlah panjang.
Dikutip dari buku The Origin of The Place Names in Jakarta karya Rachmat Ruchiat, pada masa kolonial Belanda, Lapangan Banteng dikenal sebagai Waterlooplein atau Lapangan Singa.
Nama Waterlooplein diambil dari tugu peringatan kemenangan perang di Waterloo, yang digambarkan sebagai singa. Akan tetapi, pada zaman pendudukan tentara Jepang, singa tersebut dirobohkan.
Setelah itu, Soekarno pun mengusulkan untuk membangun Monumen Pembebasan Irian Barat, dengan tujuan mengenang para pejuang Trikora dan masyarakat Irian Barat yang memutuskan untuk menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Soekarno berharap bahwa monumen ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme masyarakat Indonesia, dan selalu bangga terhadap perjuangan para pahlawan Nusantara yang telah gugur.
Akhirnya, monumen yang didirikan pada 17 Agustus 1963 tersebut berhasil menjadi ikon Lapangan Banteng. Di mana ia digambarkan memiliki postur tubuh tegap, mimik berteriak, kedua tangan direntangkan, dan telapak tangan dibuka lebar.
Lalu di bagian pergelangan tangan dan kaki, terpasang sebuah borgol yang sudah terlepas, dengan rantai yang dibiarkan menguntai ke mana-mana. Monumen inillah yang menggambarkan pejuang Trikora.
Itulah dia sejarah singkat mengenai Lapangan Banteng di Kota Jakarta Pusat yang sekarang menjadi destinasi favorit para turis dan warga lokal.
Pasalnya, selain memiliki nilai sejarah yang memukau, Lapangan Banteng juga mempunyai beberapa spot foto yang menarik perhatian.
