Sejarah Letusan Gunung Krakatau 1883 dan Fakta di Baliknya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah letusan Gunung Krakatau 1883 merupakan salah satu sejarah bencana alam terbesar di Indonesia yang menyimpan berbagai fakta menarik di dalamnya. Bencana alam ini bahkan disebut memiliki dampak besar terhadap beberapa negara sekitar Indonesia.
Letusan terbesar yang dialami Gunung Krakatau pada tahun 1883 ini dimulai dengan asap tebal yang membumbung tinggi bahkan hingga pulau Perboewatan. Dampak peristiwa tersebut juga sampai ke berbagai negara lainnya.
Mari simak pembahsan mengenai sejarah letusan Gunung Krakatau dan fakta di baliknya.
Sejarah Letusan Gunung Krakatau 1883
Gunung Krakatau adalah salah satu gunung berapi aktif yang ada di Indonesia, tepatnya di Selat Sunda yaitu di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.
Dalam buku berjudul Gunung Berapi di Indonesia yang disusun oleh Eko Titis Prasongko, S.Pd. (2020:18) tertulis bahwa Gunung Krakatau terletak di Pulau Krakatau, salah satu pulau di Selat Sunda, tepatnya di antara pulau Jawa dan Pulau Sumatra.
Masih dalam buku yang sama, Gunung Krakatau termasuk tipe gunung kaldera vulkanik yang memiliki ketinggian mencapai 813 m.
Ketika Gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883, letusannya menyebabkan perubahan iklim global dan membuat dunia sempat gelap tanpa cahaya matahari selama dua setengah hari.
Hal tersebut terjadi sebagai akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer, kemudian matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya.
Letusan Gunung Krakatau 1883 tercatat sebagai letusan gunung berapi terbesar yang juga berdampak hingga benua lain. Dibuktikan dengan hamburan debu akibat letusan Gunung Krakatau yang tampak di langit Norwegia sampai New York.
Pada tahun 1927, kemudian terlihat kemunculan gunung api yang lebih kecil dibanding Gunung Krakatau yang kemudian dikenal dengan Gunung Anak Krakatau. Gunung berapi aktif ini berada di kawasan kaldera purba yang masih aktif.
Gunung Anak Krakatau terus mengalami penambahan ketinggian. Hingga saat ini tinggi Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut.
Fakta Letusan Gunung Krakatu 1883
Kedahsyatan letusan Gunung Krakatau 1883 ini menyimpan sederet fakta menarik. Menurut Nasiah Badwi, Ichsan Invanni Baharuddin, dan Ibrahim Abbas dalam buku berjudul Geologi Tata Lingkungan Edisi Revisi (2019: 65), terdapat beberapa fakta tentang letusan Gunung Krakatau, antara lain:
Letusan Gunung Krakatau merupakan salah satu letusan gunung api terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah.
Letusan Gunung Krakatau mengeluarkan letusan dahsyat bahkan terdengar sampai pulau Rodriguez yang terletak sejauh 4.563 km dari Gunung Krakatau.
Akibat letusan Gunung Krakatau 1883, dua pertiga bagian pulau dengan luas 5 x 8 km diterbangkan pada puncak letusan.
Letusan Gunung Krakatau 1883 mengakibatkan tsunami yang terjadi di kota Teluk Betung atau Bandar Lampung dengan gelombang setinggi 20 m dan tsunami di Merak dengan gelombang setinggi hampir 40 m
Demikian pembahasan mengenai sejarah letusan Gunung Krakatau 1883 beserta fakta yang ada di baliknya. (DAP)
