Sejarah Masjid Kuncen Madiun yang Pernah Menjadi Pusat Peradaban Islam

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dibangun sejak ratusan tahun lalu, banyak yang akhirnya penasaran sejarah Masjid Kuncen Madiun. Terlebih meski sudah dibangun lama, tetapi bangunannya masih kokoh dan sering dikunjungi umat Islam dari berbagai penjuru hingga saat ini.
Dikutip dari kelurahan-kuncen.madiunkota.go.id, Masjid Kuncen dibangun di Kelurahan Kuncen yang masuk wilayah Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur.
Berdasarkan data yang tercatat, Kelurahan Kuncen merupakan kelurahan terkecil di Kota Madiun yang hanya memiliki 9 RT dan 4 RW. Meskipun menjadi kelurahan terkecil, tetapi di sana terdapat peninggalan bersejarah, yaitu masjid kuno Kuncen.
Sejarah Masjid Kuncen Madiun
Sejarah Masjid Kuncen Madiun dimulai pada tahun 1568, di mana saat itu pusat pemerintahan Kesultanan Demak dipindah ke Pajang oleh Mas karebet atau Jaka Tingkir atas seizin para wali.
Setelah prose pemindahan wilayah kekuasaan selesai, diangkatlah Pangeran Timur (Ki Ageng Penmbahan Ronggo Djoemeno) sebagai Bupati Madiun oleh Sunan Bonang.
Pengangkatan Pengeran Timur sebagai bupati disebut-sebut bebarengan dengan pendirian Masjid Kuncen yang berlangsung pada 18 Juli 1568.
Masjid yang awalnya bernama Masjid Nurhidayatulloh ini menjadi bukti nyata persebaran agama Islam sekaligus perubahan pusat pemerintahan Madiun dari Kelurahan Sogaten ke Kleurahan Kuncen.
Hingga saat ini, usia Masjid Kuncen tercatat sudah mencapai 447 tahun. Meskipun begitu, bangunannya masih berdiri kokoh dan aktif digunakan untuk menjalankan ibadah, termasuk di bulan Ramadhan.
Bangunannya sendiri masih menggunakan struktur lama, tetapi memang sudah ada beberapa bagian yang direnovasi serta penambahan fasilitas.
Bagi yang penasaran dengan fakta-fakta menarik lainnya tentang Masjid Kuncen, simak ulasan berikut.
Berbentuk joglo dengan pagar berbahan batu bata
Memiliki empat saka (tiang) penyangga berbahan kayu kaji
Dilengkapi dengan dampar, yaitu tempat untuk membaca dan belajar Al Qur'an berbahan kayu jati
Menjadi tempat dimakamkannya bupati-bupati Madiun seperti Ki Ronggo Jumeno, Raden Mas Bagus Petak, Adipati Martoloyo, Adipati Balitar, dan Tumenggung Balitar Tumapel
Terdapat sendang dan pohon besar yang diyakini sebagai asal usul Kota Madiun
Inilah ulasan mengenai sejarah Masjid Kuncen Madiun yang memiliki nilai sejarah tinggi dari segi bangunan masjidnya dan artefak peninggalan kerajaan terdahulu.
Baca Juga: 9 Daftar Marga di Maluku dan Makna di Balik Setiap Nama
