Konten dari Pengguna

Sejarah Masjid Tiban Malang dan Keunikan Gaya Arsitekturnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah masjid tiban malang. Sumber: Mehmet Turgut Kirkgoz/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah masjid tiban malang. Sumber: Mehmet Turgut Kirkgoz/pexels.com

Masjid Tiban Malang atau yang juga dikenal dengan Masjid Jin adalah masjid megah yang berada di kawasan Desa Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang. Sejarah Masjid Tiban Malang konon bermula dari Ponpes Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir.

Basyar dalam Pengembangan Wisata Religi dan Budaya Multikultural di Masjid Tiban Malang Jawa Timur mengungkapkan bahwa kata Masjid Tiban berasal dari kata "tiba". Sebab, konon kata masyarakat, masjid ini tiba-tiba ada.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sejarah Masjid Tiban Malang, simak selengkapnya di artikel ini.

Sejarah Masjid Tiban Malang

Ilustrasi sejarah masjid tiban malang. Sumber: Mehmet Turgut Kirkgoz/pexels.com

Sejarah Masjid Tiban Malang bermula dari pondok pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah atah Bi Ba'a Fadlrah. Pondok pesantres tersebut telah berdiri pada 1963 oleh Romo Kiai Ahmad.

Semula, letak pondok pesantren tersebut berada di sekitar kompleks rumah Romo Kiai Ahmad. Pembangunan pondok pesantren tersebut dilakukan sejak 1987 hingga 1992.

Sementara itu, pembangunan masjidnya sendiri baru berlangsung beberapa tahun kemudian. Berikutnya, masjid tersebut lebih dikenal dengan nama Masjid Tiban yang memiliki luas sekitar 8 ha.

Dalam proses pembangunan Masjid Tiban Malang ini, para santri juga turut terlibat. Konon katanya, keseluruhan proses pembangunan, dari segi pembuatan batu bata, pengadukan semen, hingga hiasan masjid dilakukan oleh para santri.

Hal itu mungkin yang membuat masyarakat setempat tidak melihat secara langsung mengenai proses pembangunan masjid, sehingga dianggap sebagai masjid yang tiba-tiba ada.

Gaya Arsitektur Masjid Tiban Malang

Masjid Tiban Malang dikenal dengan keindahan dan kemegahannya. Bangunan utama masjid tersebut memiliki 10 lantai yang memiliki fungsi dan desain berbeda-beda, antara lain:

  • Lantai 1-4 untuk tempat ibadah dan aktivitas sehari-hari para santri.

  • Lantai 5-6 adalah ruang keluarga.

  • Lantai 7-8 adalah pertokoan yang menjual barang-barang kebutuhan santri. Pengelolaannya dilakukan oleh santriwati.

  • Lantai 9 memiliki desain lereng gunung.

  • Lantai 10 digunakan sebagai roof top.

Untuk menuju ke setiap lantai, digunakan tangga atau lift, sehingga aksesnya lebih mudah. Sementara itu, gaya arsitektur yang diterapkan pada masjid ini adalah perpaduan dari arsitektur Timur Tengah, Tionghoa, dan India.

Demikian beberapa informasi mengenai sejarah Masjid Tiban Malang. [ENF]