Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.1
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Februari 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Sejarah Museum Sumpah Pemuda beserta Perubahan Fungsinya
4 Januari 2024 22:41 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Museum Sumpah Pemuda adalah museum sejarah yang berada di kawasan Jl. Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat. Adapun sejarah Museum Sumpah Pemuda bermula dari kediaman Sie Kong Lian.
ADVERTISEMENT
Meiliana dan Dewantara dalam Pengaruh Motivasi dan Layanan terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Nusantara ke Museum Sumpah Pemuda menyebutkan bahwa Museum Sumpah Pemuda ini dibangun untuk mengingat perjuangan para pemuda.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut berkaitan dengan sejarah Museum Sumpah Pemuda, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Sejarah Museum Sumpah Pemuda dan Fungsinya
1. Commensalen Huis
Semula, Museum Sumpah Pemuda adalah kediaman Sie Kong Lian. Setelah itu, pada 1908, Gedung Kramat disewa oleh para pelajar STOVIA serta RS sebagai tempat tinggal sekaligus tempat tinggal.
Di masa ini, gedung tersebut memiliki nama Commensalen Huis. Adapun sejumlah mahasiswa yang pernah tinggal di wilayah tersebut adalah Amir Sjarifoedin, Muhammad Yamin, Soerjadi, Abu Hanifah, Assat, dan lainnya.
ADVERTISEMENT
2. Indonesische Clubhuis
Pada 1927, Gedung Kramat digunakan oleh para organisasi pergerakan pemuda guna melaksanakan perkumpulan. Selain itu, Soekarno serta beberapa tokoh Algemeene Studie Club Bandung kerap mengunjungi gedung ini untuk berdiskusi mengenai format perjuangan dengan pemuda yang tinggal di gedung ini.
3. Gedung Sumpah Pemuda
Pada 1928, Gedung Kramat digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Kongres Sumpah Pemuda. Kala itu, Ketua PPPI, Soegondo Djojopuspito menjadi ketua kongres.
4. Rumah Tinggal
Pada 1934-1937, Gedung Kramat menjadi tempat tinggal. Adapun sosok yang tinggal di gedung tersebut adalah Pang Tjem Jam. Hal ini terjadi usai para mahasiswa mulai meninggalkan gedung tersebut.
5. Toko Bunga
Pada 1937-1948, Gedung Kramat kembali berganti fungsi. Kali ini, Gedung Kramat disewakan kepada Loh Jing Tjoe sebagai toko bunga.
6. Hotel Hersia
Pada 1948-1951, Gedung Kramat berubah fungsi menjadi Hotel Hersia.
ADVERTISEMENT
7. Kantor Inspektorat Bea & Cukai
Pada 1951-1970, Gedung Kramat kembali disewakan kepada Inspektorat Bea dan Cukai sebagai perkantoran sekaligus penampungan pegawai.
8. Museum Sumpah Pemuda
Pada 1970, Gedung Kramat akhirnya mengalami pemugaran oleh Pemda DKI Jakarta. Pemugaran tersebut selesai tanggal 20 Mei 1973 dan dijadikan sebagai Museum Sumpah Pemuda sampai sekarang.
Demikian informasi mengenai sejarah Museum Sumpah Pemuda dan perubahan fungsinya. [ENF]