28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Februari 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Sejarah Museum Sumpah Pemuda beserta Perubahan Fungsinya

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
4 Januari 2024 22:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi sejarah museum sumpah pemuda. Sumber: JULIO NERY/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah museum sumpah pemuda. Sumber: JULIO NERY/pexels.com
ADVERTISEMENT
Museum Sumpah Pemuda adalah museum sejarah yang berada di kawasan Jl. Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat. Adapun sejarah Museum Sumpah Pemuda bermula dari kediaman Sie Kong Lian.
ADVERTISEMENT
Meiliana dan Dewantara dalam Pengaruh Motivasi dan Layanan terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Nusantara ke Museum Sumpah Pemuda menyebutkan bahwa Museum Sumpah Pemuda ini dibangun untuk mengingat perjuangan para pemuda.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut berkaitan dengan sejarah Museum Sumpah Pemuda, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Sejarah Museum Sumpah Pemuda dan Fungsinya

Ilustrasi sejarah museum sumpah pemuda. Sumber: Riccardo/pexels.com
Sejarah Museum Sumpah Pemuda bermula dari pendiriannya pada 1973 di wilayah Jakarta. Namun, dalam catatan sejarah, museum ini mengalami berbagai pergantian fungsi, antara lain:

1. Commensalen Huis

Semula, Museum Sumpah Pemuda adalah kediaman Sie Kong Lian. Setelah itu, pada 1908, Gedung Kramat disewa oleh para pelajar STOVIA serta RS sebagai tempat tinggal sekaligus tempat tinggal.
Di masa ini, gedung tersebut memiliki nama Commensalen Huis. Adapun sejumlah mahasiswa yang pernah tinggal di wilayah tersebut adalah Amir Sjarifoedin, Muhammad Yamin, Soerjadi, Abu Hanifah, Assat, dan lainnya.
ADVERTISEMENT

2. Indonesische Clubhuis

Pada 1927, Gedung Kramat digunakan oleh para organisasi pergerakan pemuda guna melaksanakan perkumpulan. Selain itu, Soekarno serta beberapa tokoh Algemeene Studie Club Bandung kerap mengunjungi gedung ini untuk berdiskusi mengenai format perjuangan dengan pemuda yang tinggal di gedung ini.

3. Gedung Sumpah Pemuda

Pada 1928, Gedung Kramat digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Kongres Sumpah Pemuda. Kala itu, Ketua PPPI, Soegondo Djojopuspito menjadi ketua kongres.

4. Rumah Tinggal

Pada 1934-1937, Gedung Kramat menjadi tempat tinggal. Adapun sosok yang tinggal di gedung tersebut adalah Pang Tjem Jam. Hal ini terjadi usai para mahasiswa mulai meninggalkan gedung tersebut.

5. Toko Bunga

Pada 1937-1948, Gedung Kramat kembali berganti fungsi. Kali ini, Gedung Kramat disewakan kepada Loh Jing Tjoe sebagai toko bunga.

6. Hotel Hersia

Pada 1948-1951, Gedung Kramat berubah fungsi menjadi Hotel Hersia.
ADVERTISEMENT

7. Kantor Inspektorat Bea & Cukai

Pada 1951-1970, Gedung Kramat kembali disewakan kepada Inspektorat Bea dan Cukai sebagai perkantoran sekaligus penampungan pegawai.

8. Museum Sumpah Pemuda

Pada 1970, Gedung Kramat akhirnya mengalami pemugaran oleh Pemda DKI Jakarta. Pemugaran tersebut selesai tanggal 20 Mei 1973 dan dijadikan sebagai Museum Sumpah Pemuda sampai sekarang.
Demikian informasi mengenai sejarah Museum Sumpah Pemuda dan perubahan fungsinya. [ENF]