Konten dari Pengguna

Sejarah Oeang Republik Indonesia (Ori) sebagai Cikal Bakal Rupiah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah oeang republik indonesia (ori), sumber foto: Ahsanjaya by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah oeang republik indonesia (ori), sumber foto: Ahsanjaya by pexels.com

Setiap 30 Oktober setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Oeang Republik Indonesia (ORI). Sejarah Oeang Republik Indonesia (ORI) ini berkaitan erat dengan penetapan mata uang yang berlaku di Indonesia.

Oeang Republik Indonesia (ORI) sendiri adalah mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan. Peringatan Oeang pada tanggal 30 Oktober ini bertepatan dengan awal mula berlakunya uang sebagai alat pembayaran.

Dikutip dari buku Sejarah 3+ karya Drs. Sardiman A.M, M.Pd., simak sejarah lengkap Oeang Republik Indonesia (ORI) berikut ini.

Sejarah Oeang Republik Indonesia (ORI)

Ilustrasi sejarah oeang republik indonesia (ori), sumber foto: Ahsanjaya by pexels.com

Sejarah Oeang Republik Indonesia (ORI) sebenarnya sangat berkaitan erat dengan penetapan mata uang yang berlaku di Indonesia setelah merdeka. ORI mulai berlaku pertama kali sejak tanggal 30 Oktober 1946.

Namun jika dilihat pada lembaran Oeang Republik Indonesia (ORI) pertama tertulis emosi bertanggal 17 Oktober 1945. Hal ini menunjukan adanya kendala dalam proses pembuatan, percetakan, dan peredarannya.

Pertama kali ORI diterbitkan, uang ini tidak bisa langsung didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia. Hal ini karena ada banyak gangguan dari Belanda atas peredaran Oeang Republik Indonesia (ORI).

Pada waktu itu Belanda masih mencoba untuk kembali berkuasa dengan menduduki sebagian wilayah Indonesia. Bahkan NICA (Netherlands Indies Civil Administration atau Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) mengeluarkan mata uang NICA.

Mata uang ini dikeluarkan pada tanggal 6 Maret 1946 sebagai tandingan Oeang Republik Indonesia (ORI). Pada akhirnya kehadiran mata uang NICA justru menambah inflasi dan melanggar kedaulatan Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan ORI sebagai identitas dan bentuk kedaulatan ekonomi. Selain itu, ORI juga sebagai salah satu upaya untuk menyehatkan perekonomian Indonesia yang mengalami inflasi tinggi.

ORI diterbitkan sebagai pengganti mata uang yang sebelumnya diterbitkan oleh pihak Belanda dan Jepang. Penerbitan ORI ini juga sebagai salah satu bentuk perlawanan Indonesia terhadap Belanda dan Jepang.

ORI memang dibuat dengan desain dan bahan kertas yang sederhana, tetapi mampu membangkitkan semangat rakyat. Rakyat Indonesia kembali memiliki semangat penuh untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Sejarah Oeang Republik Indonesia (ORI) berkaitan dengan perjuangan dan bentuk pertentangan Indonesia terhadap Jepang dan Belanda. Hambatan yang terjadi tidak menyurutkan semangat rakyat untuk mendukung penggunaan ORI di wilayah Indonesia. (DSI)