Konten dari Pengguna

Sejarah Orang Banjar yang Menarik untuk Dipelajari

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Orang Banjar, Pexels/alfian light
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Orang Banjar, Pexels/alfian light

Sejarah orang Banjar merupakan kisah panjang tentang terbentuknya sebuah identitas etnis yang lahir dari perpaduan budaya lokal dan pengaruh luar.

Orang Banjar tidak muncul begitu saja melainkan terbentuk melalui proses sosial, budaya, dan politik yang berlangsung selama berabad-abad.

Orang Banjar merupakan suku bangsa di negeri ini yang mempunyai ciri khas tersendiri. Kebiasaan orang Banjar dinamakan dengan ‘madam’, yakni berpindah dari satu daerah ke daerah yang lainnya.

Sejarah Orang Banjar

Ilustrasi Sejarah Orang Banjar, Pexels/Life Folk

Dikutip dari situs idr.uin-antasari.ac.id dan digilib.unimed.ac.id, dalam sejarah orang Banjar, sekitar lebih 1 milenium, diduga orang Banjar adalah penduduk yang berasal dari Sumatera dan daerah sekitarnya yang kemudian lebih dari 1 milenium yang lalu membangun tanah air baru.

Setelahnya, bercampurlah Suku Dayak yang merupakan penduduk asli dan dari imigran itu terbentuklah 3 suku yang terdiri dari Kuala, Pahuluan, serta Banjar Banyu.

Suku Banjar terbentuk dari perpaduan berbagai kelompok etnis dan bukan berasal dari 1 suku saja dengan unsur yang paling dominan dalam pembentukan Suku Banjar berasal dari Suku Dayak Bukit. Suku Dayak Bukit sendiri merupakan penduduk asli Kalimantan.

Hal ini terlihat dari kemiripan yang masih dapat ditemukan dalam bahasa Banjar kuno, yang memiliki banyak unsur bahasa Dayak.

Dalam sejarah orang Banjar, Suku Melayu dan Jawa juga turut memberikan pengaruh. Hal ini terutama karena 2 suku tersebut datang ke wilayah Kalimantan dalam jumlah yang besar.

Kedatangan Suku Melayu dan Jawa tidak terjadi dalam 1 waktu atau 1 gelombang melainkan secara bertahap dalam periode yang berbeda.

Kesimpulan ini diperkuat oleh kenyataan adanya berbagai kemiripan budaya antara Suku Banjar dengan Suku Dayak, Melayu, dan Jawa, misalnya dalam hal bahasa, kesenian, dan adat istiadat.

Jadi, Suku Banjar merupakan hasil dari proses percampuran budaya dan etnis dengan akar yang kuat dari Dayak, serta pengaruh penting dari Melayu dan Jawa.

Asal nama ‘banjar’ sendiri berarti meletakkan pancing di suatu tempat agar kailnya dimakan oleh ikan.

Sejarah orang Banjar menunjukkan bagaimana interaksi antarbudaya dapat melahirkan identitas baru yang unik dan kuat. (Mey)

Baca juga: Sejarah Jalan Gejayan, Ruas Kota yang Menyimpan Banyak Cerita