Konten dari Pengguna

Sejarah Partai Masyumi, Sejak Berdiri Hingga Bubar

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Partai Masyumi. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Partai Masyumi. Foto: Pexels.com

Sejarah Partai Masyumi sudah dimulai sejak tahun 1943 saat Indonesia masih ada di bawah pendudukan Jepang. Partai Masyumi awalnya adalah sebuah federasi dari empat organisasi lainnya.

Partai Masyumi akhirnya dibubarkan paksa, tetapi kini telah berdiri lagi yang disebut sebagai Partai Masyumi reborn. Simak sejarah Partai Masyumi di Indonesia berikut ini.

Sejarah Partai Masyumi

Ilustrasi sejarah Partai Masyumi. Foto: Pexels.com

Berdasarkan website resmi Partai Masyumi, yaitu partaimasyumi.id, Partai Masyumi didirikan pertama kali pada 24 Oktober 1943 untuk menggantikan MIAI.

Jepang membentuk Partai Masyumi karena mereka memerlukan suatu badan atau lembaga agama Islam yang bisa menggalang dukungan dari masyarakat Indonesia.

Masyumi ketika itu belum merupakan sebuah partai, melainkan federasi dari empat organisasi Islam, yakni NU, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam, dan Persatuan Umat Islam Indonesia.

Partai Masyumi akhirnya menjadi partai pada Februari 1947 dan mendirikan surat kabar harian Abadi. Namun, pada April 1952, NU memutuskan keluar dari Partai Masyumi.

Melalui surat keputusan PBNU, Nahdlatul Ulama resmi memisahkan diri pada 5 April 1952 karena adanya perselisihan politik antara kaum intelektual Masyumi dan para kiai NU.

Partai Masyumi sempat mendapat suara signifikan pada Pemilu 1955 yang mengukuhkannya sebagai partai Islam terkuat pada saat itu dengan perolehan suara hingga 20,9%.

Dalam buku Sejarah Pergerakan Nasional karya Wahyu Iryana, Soekarno berusaha keras menyingkirkan Partai Masyumi karena tidak sejalan dengan PKI.

Ada dua pendekatan yang dijalankan Soekarno untuk menyingkirkan Partai Masyumi, baik dengan pendekatan politik maupun pendekatan hukum, yaitu:

  • Pertama, mengurangi dan menghilangkan peran partai tersebut dalam pemerintahan dan legislatif.

  • Kedua, membuat beberapa peraturan yang menjurus pada pembubaran Partai Masyumi.

Pimpinan Partai Masyumi akhirnya menyatakan pembubaran diri melalui surat resmi untuk menghindari cap sebagai partai terlarang sekaligus menggugat Soekarno di peradilan walau akhirnya kalah.

Sejak saat itu, Partai Masyumi yang walau telah bubar, namun bagi anggota partai, Masyumi tetap hidup dalam jiwa dan memandang pemimpin partai sebagai pemimpin mereka.

Partai Politik Islam Indonesia Masyumi akhirnya didirikan ulang pada 1998 sesuai keputusan dalam Kongres Umat Islam Indonesia melalui Dewan Dakwah.

Hingga akhirnya, pada 7 November 2020, Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendeklarasikan berdirinya Partai Masyumi reborn yang dipimpin oleh ketua umum Ahmad Yani.

Demikian adalah sejarah Partai Masyumi sejak awal berdiri hingga berakhir bubar yang menarik untuk diketahui. (SP)