Konten dari Pengguna

Sejarah Pawai Obor Tahun Baru Islam di Indonesia dan Asal-usulnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Pawai Obor Tahun Baru Islam. Unsplash.com/Abdul Samad
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Pawai Obor Tahun Baru Islam. Unsplash.com/Abdul Samad

Sejarah pawai obor Tahun Baru Islam merupakan tradisi unik yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Momen ini sebagai bentuk perayaan datangnya 1 Muharram dalam kalender Hijriah Islam.

Dikutip dari p2k.stekom.ac.id, tradisi ini tidak hanya menjadi simbol pergantian tahun baru umat Islam, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan syiar agama yang kuat di tengah masyarakat.

Sejarah Pawai Obor Tahun Baru Islam di Indonesia

Ilustrasi Sejarah Pawai Obor Tahun Baru Islam. Unsplash.com/Anker Lefstad

Secara historis, sejarah pawai obor Tahun Baru Islam sudah dikenal sejak masa Kekhalifahan Umar bin Khattab pada abad ke-7, saat kalender Hijriah pertama kali digunakan.

Di Indonesia, pawai obor sebagai bentuk perayaan baru mulai populer pada abad ke-20, terutama setelah kemerdekaan.

Tradisi ini diperkirakan mulai berkembang di kalangan pesantren dan masyarakat Jawa serta Sumatera sebagai bentuk ekspresi keislaman lokal.

Pawai obor biasanya dilakukan pada malam 1 Muharram. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berkumpul dengan membawa obor menyala yang diarak berkeliling kampung atau kota.

Tak jarang, acara ini juga diiringi dengan lantunan selawat, pembacaan doa awal tahun, serta pertunjukan seni islami.

Di beberapa daerah, seperti Yogyakarta, Solo, dan Aceh, pawai obor menjadi agenda tahunan yang disambut antusias oleh masyarakat.

Asal-usul penggunaan obor dalam pawai ini berkaitan erat dengan simbol cahaya sebagai penerang dalam kegelapan. Dalam konteks Islam, cahaya melambangkan hidayah atau petunjuk Allah yang menerangi jalan umat-Nya.

Oleh karena itu, pawai obor menjadi simbol harapan agar umat Islam mendapat bimbingan di tahun yang baru dan terhindar dari kesesatan.

Lebih dari sekadar kegiatan seremoni, pawai obor juga menjadi sarana dakwah dan pendidikan karakter bagi generasi muda.

Mereka diajarkan tentang pentingnya memperingati momen hijrah Nabi Muhammad saw, serta nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan dalam kehidupan beragama.

Di era modern, tradisi pawai obor tetap bertahan dan bahkan berkembang lebih meriah, dengan tambahan kreativitas seperti kostum islami, replika unta, atau hiasan bernuansa Arab.

Namun, nilai utamanya tetap terjaga, yaitu mengingatkan umat Islam akan makna hijrah bukan hanya secara fisik, tetapi juga spiritual, menuju kehidupan yang lebih baik.

Demikianlah sejarah pawai obor Tahun Baru Islam di Indonesia. Pawai obor telah menjadi bagian penting dari budaya religius masyarakat Indonesia yang patut dilestarikan. (Aya)

Baca juga: Sejarah Tahun Baru Islam dan Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad saw