Konten dari Pengguna

Sejarah Pemberontakan PKI Madiun beserta Latar Belakangnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah pemberontakan pki madiun, sumber foto: Ömer Gülen by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah pemberontakan pki madiun, sumber foto: Ömer Gülen by pexels.com

Sejarah pemberontakan PKI Madiun terjadi pada tanggal 18 September 1948 dan berlangsung selama 13 hari. Pemberontakan PKI Madiun merupakan sebuah konflik PKI di Madiun dengan pemerintahan Indonesia.

Pemberontakan ini terjadi pada saat pemerintahan Indonesia dipimpin oleh Presiden Soekarno. PKI Madiun ini diketahui oleh Amir Sjarifuddin dan Muso yang memiliki sejumlah tujuan.

Dikutip dari buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) karya Nana Supriatna, Kosim, dan Mamat Ruhimat, berikut sejarah dan latar belakang pemberontakan PKI Madiun.

Sejarah Pemberontakan PKI Madiun

Ilustrasi sejarah pemberontakan pki madiun, sumber foto: Yan Krukau by pexels.com

Sejarah pemberontakan PKI Madiun 1948 erat kaitannya dengan kembalinya tokoh Muso dari Moskow, Uni Soviet. Pemberontakan ini juga berkaitan dengan upaya Amor Syarifuddin menjatuhkan kabinet Hatta.

Muso kembali ke Indonesia dengan tujuan mengemban tugas dari Komunis Internasional (Komintern) untuk merebut Indonesia dari kaum nasionalis. Sejak tiba di Indonesia, Muso mendekati tokoh-tokoh yang berhaluan sosialis untuk menyampaikan "Jalan Baru".

Jalan Baru tersebut adalah memutuskan kerja sama dengan kaum penjajah dan menggantikan arah politik dengan anti-penjajah di bawah pimpinan komunis. Tokoh-tokoh yang didekati yaitu tokoh dari Partai Sosialis Indonesia, Buruh, Pesindo, dan SOBSI.

Pada 18 September 1948, pemberontakan PKI di Madiun dimulai pukul 02.00 dengan memproklamasikan berdirinya Soviet Republik Indonesia. Pemberontakan ini berpusat pada markas CPM Siliwangi di Jalan Dr. Cipto, Madiun.

Penumpasan PKI ini dilakukan dalam upaya pemerintah yang membentuk Komando Operasi Penumpasan di bawah pimpinan Kolonel A.H. Nasution. Pada saat itu Kolonel A.H. Nasution menjabat sebagai Panglima Markas Besar Komando Jawa (MBKD).

Latar Belakang Pemberontakan PKI Madiun

Berikut beberapa latar belakang terjadinya pemberontakan PKI Madiun.

  1. Jatuhnya kabinet Amir Sjarifuddin akibat ditandatanganinya perjanjian Renville yang sangat merugikan negara Indonesia.

  2. Kedekatan Amir Sjarifuddin dengan tokoh PKI Muso mendorong terjadinya pemberontakan PKI di Madiun. Hal ini bersamaan dengan cita-cita mereka untuk menyebarkan ajaran komunis di Indonesia.

  3. Propaganda terhadap perdana menteri selanjutnya yaitu Hatta. Di mana ada program kebijakan Rekonstruksi dan Rekonsiliasi (RERA).

Dapat disimpulkan bahwa sejarah pemberontakan PKI Madiun berkaitan erat dengan kedatangan kembalinya Muso di di Indonesia. Pemberontakan ini juga terjadi dengan berbagai latar belakang yang pastinya bertentangan dengan kebijakan pemerintahan Indonesia pada waktu itu. (DSI)