Konten dari Pengguna

Sejarah Penyakit Minamata, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah penyakit Minamata. Sumber: Deane Bayas/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah penyakit Minamata. Sumber: Deane Bayas/pexels.com

Penyakit Minamata adalah jenis penyakit yang terjadi ketika seseorang keracunan merkuri dalam kadar tinggi. Sejarah penyakit Minamata bermula dari penemuannya di tahun 1956 di Kota Minamata, Jepang.

Puteri dalam Tragedi Minamata: Tinjauan Dampak Industrialisasi Jepang Pasca Perang Dunia II menyebutkan bahwa penyakit Minamata adalah jenis penyakit yang menyerang saraf pusat sebagai dampak industrialisasi di Jepang.

Untuk mengetahui informasi tentang sejarah penyakit Minamata dan gejalanya, simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Sejarah Penyakit Minamata

Ilustrasi sejarah penyakit Minamata. Sumber: Deane Bayas/pexels.com

Penyakit Minamata adalah jenis penyakit keracunan yang menyerang sistem saraf pusat akibat terpapar merkuri tinggi. Sejarah penyakit Minamata bermula dari penemuannya di Kota Minamata, Jepang tahun 1956.

Terjadinya penyakit Minamata atau Sindrom Minamata bermula dari pelepasan limbah industri methylmercury dari pabrik kimia Chisso Corporation. Limbah tersebut dibuang dari tahun 1932-1968. Akhirnya, limbah ini terakumulasi Teluk Minamata serta Laut Shiranui, hingga mengendap di kerang serta ikan-ikan.

Padahal, perairan tersebut menjadi salah satu kawasan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan hidupnya secara domestik. Hal ini menimbulkan terjadinya keracunan merkuri. Bahkan, korbannya bukan hanya manusia, tetapi juga dapat meracuni hewan, seperti anjing, kucing, serta babi.

Gejala Penyakit Minamata

Pada dasarnya, paparan merkuri yang tinggi tentu berakibat fatal bagi tubuh, baik dalam bentuk paparan ke kulit, menghirup udara, maupun minuman yang terkontaminasi. Hal ini bisa menyebabkan menurunnya sistem imunitas tubuh, penurunan fungsi ginjal, jantung, paru-paru, hingga menimbulkan bayi cacat lahir.

Adapun beberapa gejala penyakit Minamata yang perlu diketahui adalah:

  • Mengalami gejala gangguan saraf, seperti mati rasa, kesemutan, gangguan berbicara, maupun pendengaran.

  • Otot mulai melemah.

  • Gangguan koordinasi tubuh, seperti tubuh gemetar atau tremor dan sulit berjalan.

  • Mengalami gangguan penglihatan.

  • Kerusakan paru-paru.

  • Gejala gangguan mental.

  • Keterlambatan tumbuh kembang.

Cara Mencegah Paparan Merkuri

Pada dasarnya, ikan yang mengandung merkuri umumnya memiliki usia panjang dan tinggal di perairan dalam. Mengingat bahwa dampak penyakit Minamata sangat berbahaya, maka melakukan pencegahan adalah hal penting.

Adapun cara mencegah paparan merkuri adalah:

  • Membatasi konsumsi ikan yang mengandung merkuri. Kamu bisa memilih alternatif ikan lainnya, seperti ikan mujair, lele, udang, salmon, kakap, maupun teri.

  • Memperhatikan label kemasan sebelum membeli bahan-bahan yang berisiko mengandung merkuri.

Demikian informasi mengenai sejarah penyakit Minamata, gejala, dan cara mencegahnya. [ENF]