Sejarah Perkembangan Sosiologi di Indonesia Hingga Kini

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah perkembangan sosiologi di Indonesia mencerminkan perjalanan panjang dari masa pramodern hingga era reformasi dan modern.
Adanya sejarah evolusi sosiologi sebagai ilmu yang berkembang mengikuti dinamika sosial dan politik bangsa.
Perjalanan Awal Sosiologi di Indonesia
Mengutip dari situs uin-alauddin.ac.id, sejarah perkembangan sosiologi di Indonesia dimulai sejak masa sebelum kemerdekaan.
Jauh sebelum sosiologi dikenal sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri di Indonesia, nilai-nilainya telah tertanam dalam ajaran budaya dan pendidikan.
Karya seperti Wulang Reh karya Mangkunegoro IV memuat adanya petuah sosial yang mencerminkan tatanan masyarakat ideal.
Demikian pula pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam sistem pendidikan Taman Siswa, yang menekankan peran masyarakat dan nilai kebersamaan, menjadi bukti bahwa semangat sosiologis telah hidup dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Pada masa penjajahan Belanda, perhatian terhadap struktur sosial masyarakat Indonesia mulai terlihat dalam karya ilmuwan seperti Snouck Hurgronje dan Van Vollenhoven.
Meski demikian, kajian mereka masih menempatkan sosiologi sebagai ilmu pendukung bagi bidang hukum dan politik.
Peran sosiologi belum sepenuhnya diakui sebagai kajian utama, namun pengamatan dan tulisan mereka menjadi pijakan awal bagi berkembangnya pemahaman terhadap dinamika sosial di tanah air.
Perkembangan Pasca Kemerdekaan
Sejarah perkembangan sosiologi di Indonesia mencapai titik penting setelah 1945. Prof. Mr. Soenario Kolopaking menjadi tokoh pertama yang mengajar sosiologi dalam bahasa Indonesia pada 1948.
Momentum ini memperkenalkan sosiologi sebagai disiplin ilmu di institusi pendidikan tinggi. Pada 1950-an, mahasiswa mulai belajar ke luar negeri dan membawa pengaruh sosiologi Amerika ke tanah air.
Tokoh-tokoh seperti Selo Soemardjan, yang dikenal sebagai Bapak Sosiologi Indonesia, memegang peran sentral dalam pembangunan institusi keilmuan sosiologi di Indonesia.
Selama masa Orde Baru, sosiologi digunakan untuk mendukung program pembangunan nasional.
Reformasi 1998 menjadi titik balik penting, ketika para sosiolog mulai tampil di ruang publik untuk menjelaskan berbagai fenomena sosial yang muncul dalam masa transisi politik dan budaya.
Sejarah perkembangan sosiologi di Indonesia menunjukkan bahwa ilmu ini tumbuh melalui tahapan yang panjang, dari ajaran tradisional hingga disiplin akademis modern.
Kini, sosiologi hadir sebagai alat penting untuk memahami dinamika masyarakat Indonesia yang terus berubah. Dalam era media baru dan globalisasi, sosiologi semakin relevan untuk menjawab tantangan sosial kontemporer. (Echi)
Baca juga: Apa Manfaat Wayang bagi Pengembangan Warisan Budaya? Ini Jawabannya
