Konten dari Pengguna

Sejarah Permainan Kelereng dan Eksistensinya di Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Permainan Kelereng. Pexels/Anthony 🙂
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Permainan Kelereng. Pexels/Anthony 🙂

Tidak hanya sekadar menjadi permainan, sejarah permainan kelereng turut jadi informasi yang menarik untuk diketahui. Sebab, permainan ini diketahui telah ada sejak bertahun-tahun silam.

Bermain kelereng jadi salah satu permainan yang kerap dimainkan oleh anak-anak. Menariknya, permainan ini tidak hanya dijumpai di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lainnya di dunia.

Sejarah Permainan Kelereng

Ilustrasi Sejarah Permainan Kelereng. Pexels/Vlad Alexandru Popa

Sejarah permainan kelereng dimulai pada tahun 3000 SM, pada masa peradaban Mesir Kuno, sesuai informasi dari buku Etnofisika dalam Seri Permainan Tradisional, Neng Nenden Mulyaningsih, dkk., (2023:1). Pada masa tersebut permainan kelereng sudah dikenal.

Kelereng yang dimainkan pada zaman itu masih terbuat dari tanah liat atau batu. Nahkan, pada zaman Romawi, permainan kelereng juga telah marak dimainkan oleh masyarakat.

Sejumlah temuan relief pada peninggalan Raja Romulus Augustus juga membuktikan bahwa permainan ini telah ada sejak dahulu kala. Pada relief tersebut terdapat gambar anak-anak bermain kelereng dari biji-bijian.

Selain itu, kelereng tertua yang berasal dari tahun 2000 hingga 1700 SM juga ditemukan di Kreta pada situs Minoan of Petsofa. Kelereng tersebut pun menjadi koleksi dari The British Museum di London.

Penemuan kelereng juga terjadi di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan bola kecil yang biasanya terbuat dari tanah yang dibakar, marmer, maupun kaca.

Permainan Kelereng di Indonesia

Ilustrasi Sejarah Permainan Kelereng. Pexels/Vlad Alexandru Popa

Di Indonesia permainan kelereng jadi salah satu permainan tradisional. Dikutip dari buku Etnofisika dalam Seri Permainan Tradisional, Neng Nenden Mulyaningsih, dkk., (2023:4), permainan ini termasuk ke dalam permainan legendaris pada tahun 1990-an.

Kelereng di Indonesia memiliki bentuk dasar bulat seperti bola dengan diameter sekitar 0,5 inci. Modelnya pun bervariasi, seperti ada yang polos dan bercorak warna-warni pada bagian dalam maupun luarnya.

Permainan kelereng ini juga bisa dimainkan dalam berbagai cara, terutama di Indonesia yang memiliki wilayah luas. Contohnya seperti yang dimainkan di wilayah Jawa Barat.

Di Jawa Barat, biasanya permainan ini dimainkan paling sedikit oleh 2 orang. Bisa juga dimainkan oleh banyak orang, sekitar 5 hingga 8 pemain. Nantinya permainan akan dilakukan di tanah lapang yang rata dan tidak berumput.

Jika sudah terkumpul orang yang akan bermain kelereng, barulah permainan dimulai. Secara umum, aturan bermain kelereng adalah sebagai berikut, sebagaimana dikutip dari buku Etnofisika dalam Seri Permainan Tradisional, Neng Nenden Mulyaningsih, dkk., (2023:4).

  1. Satu buah kelereng disiapkan oleh masing-masing pemain untuk digunakan sebagai pemukul.

  2. Para pemain mempertaruhkan sejumlah kelereng yang jumlahnya telah disepakati, misalnya 3 hingga 5 kelereng.

  3. Kelereng yang menjadi taruhan akan diperebutkan oleh semua pemain sesuai dengan aturan.

Berbeda daerah, bisa juga berbeda cara bermainnya. Namun, cara bermain di atas merupakan cara yang paling umum dijumpai di kalangan anak-anak Indonesia.

Keseruan permainan kelereng membuat informasi seputar sejarah permainan kelereng juga tidak kalah seru untuk diketahui. Dengan begitu, wawasan mengenai permainan tradisional ini bisa bertambah. (Haura)

Baca Juga: Jejak Penulisan Sejarah Indonesia pada Masa Awal Kemerdekaan