Sejarah PRRI: Oposisi Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PRRI adalah akronim dari Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia. PRRI merupakan sebuah gerakan oposisi dari pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat Republik Indonesia.
Hal yang melatarbelakangi terbentuknya PRRI adalah terjadinya pembangunan yang tidak merata serta berbagai permasalahan lain dalam pemerintahan Indonesia pada masa itu.
Sejarah PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia)
PRRI adalah gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia yang terbentuk pada 15 Februari 1958. Pada masa itu, usia negara Indonesia baru akan mencapai 13 tahun terhitung sejak proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.
Indonesia sebagai negara yang baru saja merdeka tentu mengalami berbagai penyesuaian dan pembelajaran, salah satunya dalam hal pemerintahan. Salah satu bukti proses penyesuaian dan pembelajaran itu adalah terbentuknya PRRI.
Mengutip dari buku M. Natsir Dakwah dan Pemikirannya karya Luth (1999: 52), PRRI adalah pemerintahan tandingan terhadap pemerintah pusat Republik Indonesia di Jakarta.
Latar Belakang Terbentuknya PRRI
Masih mengutip dari buku yang sama, Luth (1999: 52), alasan pembentukan PRRI adalah tokoh-tokoh PRRI memiliki pendapat bahwa pemerintah RI di bawah pimpinan Perdana Menteri Djuanda adalah pemerintahan tidak sah.
Tokoh-tokoh PRRI memiliki anggapan seperti itu karena pemerintahan tersebut dibentuk oleh Soekarno dengan cara yang menyimpang dari aturan konstitusi yang berlaku. Selain itu, pembangunan yang tidak merata pun menjadi latar belakang PRRI.
Pada masa itu, ada kesenjangan antara pembangunan di Pulau Jawa dengan di luar Pulau Jawa. Padahal berdasarkan angka ekspor Indonesia 71% berasal dari Sumatra.
Selain masalah dalam segi pemerintahan, pembangunan, dan ekonomi, masalah militer pun menjadi latar belakang PRRI. Pasalnya, terjadi pengurangan divisi pada brigade angkatan darat yang terdapat di Sumatra.
Berdasarkan serangkaian masalah itu, PRRI pun mulai terbentuk. Tujuan pembentukan PRRI adalah menuntut pembubaran Kabinet Djuanda.
Demikian dapat dipahami bahwa PRRI adalah singkatan dari Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia yang merupakan gerakan oposisi pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat. PRRI memiliki tujuan untuk membubarkan Kabinet Djuanda. (AA)
