Sejarah Pura Besakih Lengkap dengan Arti dan Fungsinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berada di tempat yang tinggi, Pura Besakih dipandang sebagai sesuatu yang sakral.
Dikutip dari buku Jalan-jalan Bali oleh Maria Ekaristi dan Agung Bawantara, Pura Besakih merupakan kompleks pura yang terdiri dari satu buah pura utama dan 18 pura pendamping. Kompleks ini menjadi pusat dari semua pura di Bali dengan letak berada 70 kilometer dari Denpasar.
Lantas, bagaimana sejarah dari Pura Besakih?
Sejarah Pura Besakih
Berdirinya Pura Besakih bermula ketika Rsi Markandeya, sang penyebar agama Hindu di Bali, bertapa di Gunung Hyang. Ketika bersemedi itulah beliau mendapat perintah untuk mendirikan merabas hutan di timur Pulau Dewa.
Adanya bisikan tersebut membuat Rsi Markandeya segera menuju ke tempat tersebut bersama 8.000 orang pengiringnya. Perabasan segera dilakukan namun harus berhenti karena banyak pengiring yang sakit dan mati.
Rsi Markandeya pun kembali bersemedi serta menggelar upacara. Beliau memendam kendi dengan isi pancadatu, yaitu tembaga, perunggu, emas, besi, dan perak yang disertai air, mirah adi, dan sesajen.
Setelahnya, perabasan tidak mengalami hambatan yang berarti dan berhasil diselesaikan. Hasil dari perabasan dibagikan kepada pengikut untuk dijadikan tegal, perumahan, dan sawah. Wilayah tersebut yang diberi nama Desa Basuki dan kini dikenal dengan Besakih.
Kompleks Pura Besakih
Di wilayah pura besakih terdiri dari kumpulan beberapa pura, yaitu
Pura Pesimpangan
Pura Dalem Puri
Pura Manik Mas
Pura Bangun Sakti
Pura Ulun Kulkul
Pura Merajan Selonding
Pura Goa
Pura Benua
Pura Merajan Kanginan
Pura Hyang Galuh
Pura Basukihan
Pura Penataran Agung
Pura Batu Madeg
Pura Batu Kiduling Kreteg
Pura Gelap
Pura Pengubengan
Pura Batu Tirtha
Pura Batu Peninjoan
Arti Pura Besakih
Pura Besakih menjadi simbol dari alam semesta yang terdiri dari Luhuring Ambal-ambal (alam atas) dan Soring Ambal-ambal (alam bawah).
Adapun pura yang termasuk ke dalam Luhuring Ambal-ambal adalah Pura Pesimpangan, Pura Bangun Sakti, Pura Manik Mas, Pura Goa Raja, Pura Merajan Selonding, Pura Rambut Sedana, Pura Dalem Putri, Pura Besukian, Pura Banua, Pura Jenggala, dan Pura Merajan Kanginan.
Sedangkan, pura yang termasuk ke Soring Ambal-ambal adalah Pura Batu Madeg, Pura Penataran Agung Besakih, Pura Gelap, Pura Ulun Kulkul, Pura Kiduling Kreteg, Pura Peninjoan, Pura Pengubengan, Pura Pasar Agung, dan Pura Tirtha.
Nah itu dia sekilas penjelasan mengenai sejarah Pura Besakih yang menyimpan banyak makna.(LAU)
