Konten dari Pengguna

Sejarah Reformasi Gereja, Penyebab, dan Tujuan Peristiwanya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi reformasi gereja. Sumber: Pixabay/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi reformasi gereja. Sumber: Pixabay/pexels.com

Reformasi gereja adalah suatu gerakan yang dilakukan sejumlah tokoh keagamaan Katolik serta akademisi di Eropa dalam menentang penyimpangan di gereja Katolik. Sejarah reformasi gereja ini diperkirakan terjadi sekitar abad ke-16 Masehi.

Hal ini juga disampaikan oleh Dawa dalam penelitiannya yang bertajuk Reformasi Gereja, John Calvin, dan Islam, bahwa reformasi gereja adalah peristiwa yang terjadi sekitar tahun 1517-1546.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sejarah reformasi gereja dan tujuannya, simak informasinya dalam artikel berikut.

Sejarah Reformasi Gereja

Ilustrasi reformasi gereja. Sumber: Robert Stokoe/pexels.com

Reformasi gereja adalah peristiwa yang terjadi di Eropa sekitar abad ke-16. Sebelum itu, gereja mempunyai pengaruh besar di bidang politik, kepatuhan masyarakat, sekaligus kekayaannya. Hal itu tentunya berpotensi memicu penyimpangan yang dilakukan oleh para anggota gereja serta masyarakat yang merasa tidak puas.

Jauh sebelum Marthin Luther memproklamirkan reformasi di tahun 1517, masyarakat Eropa telah banyak melakukan gebrakan terhadap institusi gereja, mulai dari Gerakan Katari dan Waldensia di Perancis (abad 11-12), Periode Kepausan Avignon, Skisma Kepausan, Gerakan Konsiliar, kritik radikal dari Jan Hus dan Jon Wycliffe, hingga Perang Hus.

Penyebab Terjadinya Reformasi Gereja

Pada dasarnya, gerakan reformasi yang dilakukan oleh Marthin Luther maupun tokoh-tokoh sebelumnya berkaitan dengan kinerja institusi gereja yang menyimpang. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa penyebab terjadinya reformasi gereja yang perlu dipahami:

  • Institusi gereja melakukan eksekusi terhadap orang-orang yang dianggap sesat secara sepihak.

  • Terjadi penjualan surat-surat pengampunan dosa yang dianggap kebohongan ajaran Katolik atau bisnis gereja.

  • Institusi gereja terjebak dalam lingkaran politik.

  • Merebaknya kepercayaan takhayul dalam masyarakat.

  • Terjadi pemungutan pajak yang terlalu berlebihan lewat gereja.

  • Terjadi krisis ekonomi serta wabah pes yang menimbulkan gereja mulai terabaikan oleh masyarakat.

  • Munculnya nasionalisme Eropa dalam menentang kekuasaan Paus.

Tujuan Reformasi Gereja

Ada beberapa tujuan dari reformasi gereja yang perlu dimengerti, yaitu:

  • Memberantas kepentingan sepihak yang menggunakan kekuasaan gereja serta merugikan masyarakat.

  • Mengembalikan ajaran Katolik terhadap kebenaran berdasarkan ajaran Kristus.

  • Menjauhkan gereja dari praktik politik praktis.

Demikian informasi mengenai sejarah reformasi gereja, penyebab, dan tujuannya. [ENF]