Sejarah Revolusi Hijau beserta Dampaknya terhadap Pertanian

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
7 April 2024 21:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi sejarah revolusi hijau. Sumber: Quang Nguyen Vinh/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah revolusi hijau. Sumber: Quang Nguyen Vinh/pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Revolusi Hijau adalah modernisasi sistem pertanian yang terjadi di negara-negara berkembang. Sejarah Revolusi Hijau bermula dari upaya untuk meningkatkan produktivitas pangan dan memperbaiki sistem pertanian global.
ADVERTISEMENT
Gultom dan Harianto dalam Revolusi Hijau Merubah Sosial-Ekonomi Masyarakat Petani menyampaikan bahwa Revolusi Hijau ini dilakukan agar sistem pertanian lebih efektif dan efisien.
Untuk mengetahui penjelasan lengkap seputar sejarah Revolusi Hijau, simak selengkapnya dalam bacaan berikut ini.

Sejarah Revolusi Hijau

Ilustrasi sejarah revolusi hijau. Sumber: Tim Mossholder/pexels.com
Revolusi Hijau adalah Revolusi Pertanian Ketiga yang dilakukan untuk mengembangkan teknologi di bidang pertanian untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.
Sejarah Revolusi Hijau bermula dari tanggapan terhadap krisis kelaparan yang terjadi di sejumlah negara berkembang sekitar tahun 1960-1970.
Melalui Revolusi Hijau, terdapat berbagai manfaat yang diperoleh negara berkembang, khususnya di bidang peningkatan kualitas produk pertanian, hasil panen, serta memperoleh keuntungan ekonomi.
Di sisi lain, Revolusi Hijau juga memberikan dampak negatif, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca serta berkurangnya lahan pertanian. Meskipun demikian, adanya Revolusi Hijau ini bisa membantu mengatasi krisis kelaparan yang banyak terjadi di negara-negara berkembang.
ADVERTISEMENT
Program Revolusi Hijau pertama kali diterapkan di Meksiko sekitar 1940-an. Semula, Ford dan Rockefeller Foundation mengembangkan gandum di Meksiko pada 1950 serta padi di Filipina sekitar tahun 1960.
Di samping itu, Revolusi Hijau juga meningkatkan produksi jagung, sorgum, ubi bayam, buncis, millet. Proses ini dilakukan dengan penelitian serta percobaan bibit unggul.
Indonesia memulai Revolusi Hijau pada masa Orde Baru sebagai bagian dari program pembangunan. Adapun sejumlah hal yang diterapkan di Indonesia adalah penggunaan pupuk secara optimal, menerapkan sistem irigasi, penggunaan pestisida, serta penggunaan bahan tanam berkualitas.

Dampak Revolusi Hijau bagi Pertanian

Terdapat sejumlah dampak positif yang diperoleh dari program Revolusi Hijau. Adapun sejumlah dampak Revolusi Hijau bagi pertanian adalah:
ADVERTISEMENT
Demikian penjelasan penting seputar sejarah Revolusi Hijau dan dampaknya. [ENF]