Konten dari Pengguna

Sejarah Revolusi Perancis Tahun 1789 yang Memengaruhi Peradaban Dunia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Revolusi Perancis. Sumber: Unsplash.com/Constant Loubier
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Revolusi Perancis. Sumber: Unsplash.com/Constant Loubier

Sejarah Revolusi Perancis pada tahun 1789 terjadi karena sejumlah faktor. Salah satu faktor yang memengaruhi momentum tersebut adalah munculnya gerakan yang menentang kedudukan raja.

Pelopor gerakan tersebut adalah masyarakat kota. Selain karena gerakan yang menentang kedudukan raja, Revolusi Perancis juga terjadi karena masalah keuangan, yakni Prancis bangkrut karena jumlah utang pemerintah dan defisit anggaran.

Sejarah Revolusi Perancis Tahun 1789

Ilustrasi Sejarah Revolusi Perancis. Sumber: Unsplash.com/Rob Potvin

Revolusi Perancis merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa besar dunia. Alasan Revolusi Perancis termasuk peristiwa besar dunia adalah keberadaannya memberi dampak bagi perkembangan sejarah moden.

Beberapa warisan dari Revolusi Perancis adalah pertumbuhan republik serta demokrasi liberal, perkembangan ideologi moden, serta penyebaran sekularisme. Jika melihat dampak tersebut, tersirat makna bahwa ada sejarah panjang sebelum Revolusi Perancis.

Kenyataannya, Revolusi Perancis memang terjadi karena sejumlah faktor yang mengiringinya. Berikut adalah penjelasan ringkas mengenai sejarah Revolusi Perancis tahun 1789.

Prancis sebelum Revolusi

Mengutip dari buku Sejarah untuk SMA/MA Kelas XI IPS, Angkasa, dkk. (2007: 129), sejak abad ke-13, raja-raja Prancis berusaha untuk menyingkirkan tuan-tuan feodal besar dan memusatkan pemerintahannya.

Keadaan tersebut membuat kedudukan raja menjadi absolut. Kedudukan raja yang absolut di Prancis terjadi sejak pemerintahan Raja Louis XIII dan mencapai puncak pada masa Louis XIV.

Munculnya Gerakan Menentang

Seiring dengan perkembangan kekuasaan absolut di Eropa pada abad ke-17 dan 18, gerakan yang menentang kedudukan raja pun bermunculan. Hal ini turut menjadi cikal bakal Revolusi Perancis.

Mengutip dari buku Sejarah untuk Kelas XI SMA, Supriatna (2008: 202), gerakan menentang kedudukan raja itu dipelopori oleh kaum masyarakat kota. Beberapa tokoh yang menentang kekuasaan absolut raja, yaitu:

  • John Locke, pemikir asal Inggris yang memperkenalkan sistem monarki parlementer.

  • Montesquieu, ahli hukum Prancis yang membagi kekuasaan negara menjadi legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

  • Jean Jacques Rousseau, tokoh asal Prancis yang menyebutkan bahwa semua manusia sejak lahir adalah sama dan merdeka.

Terjadinya Revolusi Perancis

Selain munculnya gerakan yang menentang kekuasaan absolut raja, keadaan Prancis pada masa lampau juga memicu terjadinya revolusi. Pada masa itu, Prancis mengalami kebangkrutan akibat jumlah utang pemerintah serta defisit anggaran.

Kondisi pun memburuk sehingga Prancis terpaksa menggunakan setengah dari anggaran tahunannya untuk membayar cicilan bunga pinjaman pada tahun 1780. Raja Louis XVI pernah berusaha mengenakan pajak kepada golongan kaya.

Namun, usaha tersebut mendapat penentangan. Setelah sekian banyak upaya untuk menyelesaikan permasalahan Prancis yang kompleks. Prancis akhirnya mengalami revolusi pada tahun 1789.

Demikian menjadi jelas bahwa sejarah Revolusi Perancis memiliki kisah yang panjang. Peristiwa besar tersebut terjadi karena sejumlah faktor yang mengiringi, seperti gerakan menentang kedudukan raja serta masalah keuangan Prancis. (AA)