Konten dari Pengguna

Sejarah Tahun Baru Islam dan Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad saw

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Tahun Baru Islam,Foto:Unplash/David Rodrigo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Tahun Baru Islam,Foto:Unplash/David Rodrigo

Sejarah Tahun Baru Islam berakar dari momen penting dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad saw, yaitu hijrah dari Mekah ke Madinah.

Peristiwa ini menandai awal terbentuknya masyarakat Islam yang lebih terorganisir dan bebas menjalankan ajaran agama.

Sejarah Tahun Baru Islam

Ilustrasi Sejarah Tahun Baru Islam,Foto:Unplash/Ahmed Sherif

Dikutip dari situs Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, sejarah Tahun Baru Islam menandai peristiwa penting dalam sejarah umat Islam, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Peristiwa ini bukan hanya sekadar perpindahan tempat, melainkan awal dari terbentuknya masyarakat Islam yang mandiri, berlandaskan nilai-nilai keadilan, persaudaraan, dan ketauhidan.

Hijrah menjadi tonggak penting yang menunjukkan perjuangan Nabi dan para sahabat dalam mempertahankan serta menyebarkan ajaran Islam.

Perjalanan hijrah dilakukan karena tekanan dan penindasan yang semakin berat dialami umat Islam di Mekkah. Di Madinah, Nabi Muhammad saw disambut hangat dan diberi kebebasan untuk menyebarkan agama Islam.

Di sanalah beliau memimpin umat Islam dalam membangun tatanan sosial, politik, dan spiritual yang kuat, sehingga Madinah menjadi pusat peradaban Islam pertama.

Meskipun penanggalan Tahun Baru Islam merujuk pada peristiwa hijrah, penggunaan kalender Hijriyah secara resmi baru diterapkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.

Hal ini terjadi sekitar 17 tahun setelah peristiwa hijrah atau 7 tahun setelah wafatnya Rasulullah saw. Penetapan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan administrasi pemerintahan Islam yang semakin berkembang.

Khalifah Umar, bersama para sahabat, sepakat menjadikan tahun hijrah sebagai awal kalender Islam karena nilai sejarah dan spiritual yang sangat besar.

Kalender Hijriyah sendiri menggunakan sistem lunar (berdasarkan peredaran bulan), berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan sistem solar.

Dalam kalender ini, 1 Muharram ditetapkan sebagai hari pertama tahun baru Islam, dan menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk bermuhasabah, memperbaiki diri, serta memperkuat keimanan.

Sejarah Tahun Baru Islam bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi menjadi pengingat penting bagi umat Muslim akan nilai perjuangan, kesabaran, dan keteguhan iman.

Peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw yang menjadi dasar penanggalan kalender Hijriyah mengajarkan bahwa perubahan menuju kebaikan seringkali memerlukan pengorbanan. (shr)

Baca juga: Sejarah Bulan Muharram dan Daftar Peristiwa Penting yang Perlu Diketahui