Konten dari Pengguna

Sejarah Taman Siswa yang Berdiri di Yogyakarta

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Taman Siswa. Sumber foto: Pexels/Darina Belonogova.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Taman Siswa. Sumber foto: Pexels/Darina Belonogova.

Sejarah Taman Siswa merupakan bagian dari sejarah Indonesia yang penting untuk diketahui para generasi muda.

Dikutip dari buku Sejarah Nasional Indonesia (Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia Belanda) karya Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia, Taman Siswa adalah bagian dari sejarah kebangsaan yang lahir pada tanggal 3 Juli 1922.

Lebih lanjut Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia menjelaskan, Taman Siswa dianggap sebagai titik balik dalam pergerakan Indonesia. Karena para pergerakan yang dilakukan benar-benar berasas kebangsaan dan bersikap tidak kooperatif terhadap pemerintah jajahan.

Sejarah Taman Siswa

Ilustrasi Sejarah Taman Siswa. Sumber Foto: Pexels/cottonbro studio.

Sebagaimana yang telah disinggung pada poin di atas. Taman Siswa didirikan pada tanggal 13 Juli 1922 oleh R.M. Suwardi Surjaningrat atau yang biasa dikenal dengan Ki Hajar Dewantara.

Pendirian Taman Siswa Tersebut adalah sebagai bentuk perlawanan bangsa Indonesia terkhusus Ki Hajar Dewantara terkait diskriminasi pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah Belanda.

Pada waktu itu Belanda menerapkan sistem pendidikan yang bertingkat sesuai dengan status sosial atau strata sosial masyarakat Indonesia.

Waktu itu, rakyat kecil hanya diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan SD (Sekolah Dasar) sedangkan golongan priyayi dan para bangsawan Eropa diberikan kesempatan untuk bersekolah tinggi. Bahkan banyak dari golongan priyayi yang mendapatkan kesempatan untuk berkuliah di Eropa.

Dengan keadaan yang memprihatinkan seperti itulah, akhirnya R.M. Suwardi Surjaningrat atau Ki Hajar Dewantara membuat Taman Siswa sebagai bentuk perjuangan sekaligus perlawanan terhadap kolonialisme.

Ajaran yang Diberlakukan di Taman Siswa

Ajaran yang ditekankan dari Taman Siswa yaitu agar selalu menjadi insan yang berdikari atau berdiri di kaki sendiri sekaligus selalu menjaga prinsip-prinsip yang baik.

Selain itu, ajaran yang tidak pernah lekang dari Taman Siswa adalah memberikan pemahaman dan pengajaran kepada para masyarakat Indonesia agar mengetahui tentang dasar-dasar kemerdekaan.

Dalam pengajaran di Taman Siswa, terdapat tiga semboyang yang hingga saat ini masih diajarkan kepada generasi, yaitu:

  • Ing Ngarsa Sung Tuladha: Yang mempunyai arti di depan memberi contoh

  • Ing Madya Mangun Karsa: yang mempunyai arti membangun semangat

  • Tut Wuri Handayani: yang mempunyai arti di belakang memberikan dorongan.

Itulah sejarah Taman Siswa dan ajaran-ajarannya yang dapat dipelajari. (Dai)