Konten dari Pengguna

Sejarah Tanah Luwu, Warisan Kerajaan Berpengaruh pada Zamannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Tanah Luwu, Pexels/Infineural Technologies
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Tanah Luwu, Pexels/Infineural Technologies

Jika diulik lebih dalam, sejarah Tanah Luwu sangatlah menarik. Terlebih keberadaannya sudah tercatat ada sejak abad ke 13 di Sulawesi Selatan.

Pada masa perkembangannya, wilayah tersebut dimekarkan menjadi tiga daerah strategis dalam kurun waktu tiga tahun. Derahnya sendiri meliputi Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara yang kemudian dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Luwu Timur dan Kota Palopo.

Secara greografis, letak Kabupaten Luwu berada di 2.34'.452 ' - 3.30,302 ' Lintang Selatan dan 120.21.15''2 - 121.43,112 Bujur Timur. Ibu kota Kabupaten Luwu adalah Belopa ini menempati tanah seluas 3.000,25 km² dan terbagi ke dalam 227 desa/kelurahan dan 21 kecamatan.

Sejarah Tanah Luwu

Ilustrasi sejarah Tanah Luwu, Pexels/An Vuong

Dikutip dari sulsel.bpk.go.id, Tanah Luwu yang juga dikenal sebagai Kerajaan Luwu, merupakan kerajaan tertua di Sulawesi Selatan. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, sejarah Tanah Luwu sudah berawal jauh sebelum masa pemerintahan Hindia Belanda.

Tanah Luwu oleh mayoritas masyarakat di Sulawesi Selatan & Barat dianggap sebagai cikal bakal raja-raja di sebagian besar Sulawesi. Raja dan bangsawan dari daerah ini mendapat penghargaan sosial dari masyarakat.

Kerajaan Luwu didirikan pada abad ke-13 oleh Datu Luwu, seorang raja yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Pada awalnya, Tanah Luwu merupakan sebuah kerajaan kecil yang berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Pada abad ke-16, Luwu memperoleh kemerdekaannya dari Majapahit dan menjadi sebuah kerajaan yang berdiri sendiri. Pada masa ini, Tanah Luwu mengembangkan hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan lain di Sulawesi dan Nusantara.

Berlanjut ke abad 17, Tanah Luwu menjadi target ekspansi kolonial Belanda. Tepat di tahun 1669, Belanda berhasil menguasai Luwu dan menjadikannya sebagai salah satu wilayah kolonialnya.

Selama berada di bawah kekuasaan Belanda, Luwu mengalami perubahan besar dalam bidang berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik, dan sosial.

Memasuki abad ke-20, tepatnya pada tahun 1945, Indonesia berhasil membebaskan diri dari kolonialisme dan menjadi negara merdeka.

Setelah Indonesia merdeka, Tanah Luwu menjadi salah satu bagian dari Republik Indonesia dan mengalami proses pembangunan serta modernisasi yang cukup pesat.

Itulah ulasan mengenai sejarah Tanah Luwu begitu menarik. Siapa sangka kerajaan tersebut merupakan kerajaan tertua di Sulawesi Selatan.

Baca juga: Sejarah Laut Kaspia, Jejak Peradaban, Kekayaan Alam, dan Misteri Abadinya