Sejarah Tanah Panguragan Cirebon yang Dipercaya sebagai Tanah Penyembuh

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbicara mengenai sejarah Tanah Pangurangan Cirebon, masyarakat di sana percaya bahwa sejarahnya berkaitan erat dengan sebuah pedukuhan yang dihadiahkan kepada Nyi Mas Gandasari.
Dikutip dari situs cirebonkab.bps.go.id, kabupaten Cirebon memiliki luas wilayah administrasi mencapai 1.077 km² yang terbagi ke dalam 40 kecamatan, salah satunya Kecamatan Panguragan.
Wilayah Pangurangan tersebut memiliki sejarah panjang mengenai pendiriannya yang tentunya sangat menarik untuk diulik.
Sejarah Tanah Panguragan Cirebon
Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, sejarah Tanah Panguragan Cirebon awalnya adalah pedukuhan hadiah dari Sunan Gunung Jati yang diberikan kepada Nyi Mas Gandasari.
Konon, asal-usul nama Penguragan diambil dari nama pemimpin pertamanya yaitu Nyimas Gandasari yang memiliki nama lain Nyi Mas Panguragan.
Beliau merupakan sosok paling berjasa bagi Kesultanan Cirebon yang dikenal akan kesaktiannya dan turut serta menyebarkan Islam di tanah Cirebon.
Selain itu, Nyi Mas Gandasari juga merupakan satu-satunya penglima perang wanita milik Kesultanan Cirebon. Pencapaian paling berjasanya adalah berhasil menaklukan Kerajaan Rajagaluh yang dipimpin Prabu Cakraningrat.
Saat ini, Panguragan selain menjadi nama desa juga menjadi nama kecamatan di wilayah Cirebon.
Pangurangan berada di bawah struktur administrasi Kecamatan Panguragan, terdapat 9 desa yakni Desa Gujeg, Kalianyar, Karanganyar, Kroya, Lemahtamba, Panguragan Kulon, Panguragan Lor, Panguragan Wetan, dan Desa Panguragan.
Sebagai tokoh yang berjasa di Cirebon, jasadnya dimakamkan di kompeks pemakaman Nyi Ratu Mas Gandasari yang berlokasi di Desa Panguragan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Kompleks pemakaman tersebut dahulunya dijadikan sebagai Padepokan Mangkuragan yang dipimpin oleh Nyi Mas Gandasari. Di dalamnya terdapat sejumlah situs bersejarah, seperti lumbung padi, sumur, dan lainnya.
Masyarakat sekitar percaya bahwa sumur di kompleks pemakaman Nyi Ratu Mas Gandasari, yaitu Sumur Dalem dan Sumur Kejayaan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Tidak hanya sumur, masyarakat sekitar juga meyakini bahwa tanah yang ada di Desa Lemahtamba, Kecamatan Panguragan mampu menyembuhkan penyakit.
Tanah yang dimaksud ada di situs keramat Pangeran Surya Negara. Namun, bagi masyarakat yang ingin ikhtiar mencari kesembuhan dengan tanah Lemahtamba, harus didampingi oleh juru kunci.
Itulah ulasan mengenai sejarah Tanah Panguragan Cirebon dan mitosnya sebagai tanah penyembuh yang memang menarik untuk diketahui.
Baca juga: Sejarah Laut Kaspia, Jejak Peradaban, Kekayaan Alam, dan Misteri Abadinya
