Konten dari Pengguna

Sejarah Telur Asin dan Cara Membuatnya yang Unik

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Ilustrasi: Sejarah Telur Asin. Sumber: ge yonk/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi: Sejarah Telur Asin. Sumber: ge yonk/Pexels.com

Telur asin merupakan makanan favorit sejuta umat dan tersedia hampir di seluruh Indonesia. Telur asin sendiri tidak serta merta ada, namun melewati runtutan sejarah yang menarik. Lantas bagaimana sejarah telur asin dan bagaimana proses pembuatannya?

Simak penjelasan sejarah dan cara pembuatan telur asin, di uraian ini!

Sejarah Telur Asin Secara Singkat

Foto Hanya Ilustrasi: Sejarah Telur Asin. Sumber: Jane Trang Doan/Pexels.com

Kemunculan telur asin bermula dari kisah memilukan masyarakat Tionghoa yang berada di pesisir pantai ketika transisi kemerdekaan. Telur asin adalah mata pencaharian dan makanan istimewa bagi warga Tionghoa.

Setelah masa revolusi berlangsung sekitar tahun 1945-1949, banyak terjadi dekolonisasi yang membuat konflik minoritas masyarakat Tionghoa semakin memanas.

Ketika itu, masyarakat Tionghoa banyak yang melarikan diri dan kemudian bertahan hidup menggunakan makanan yang diawetkan, salah satunya telur.

Di mana memang masyarakat Tionghoa telah mempunyai keahlian tradisional mengawetkan makanan sejak abad ke-20. Proses pengawetan makanan mengandung filosofi teknologi pangan, gotong royong, serta pengetahuan tradisi dalam masyarakat Tionghoa.

Pengawetan berlangsung menggunakan garam dan dipadatkan menggunakan tanah liat, garam kasar, dan pasir. Pengasinan tersebut akhirnya bisa memperpanjang usia telur.

Cara Membuat Telur Asin

Ranto dan Maloedyn Sitanggang dalam buku berjudul Panduan Lengkap Beternak Itik menjelaskan bahwa telur asin adalah produk olahan telur itik yang paling populer di Indonesia. Di daerah Cirebon, Tegal, dan Brebes banyak peternak atau koperasi itik yang membuat telur asin. Cara membuat telur asin adalah:

Bahan

  1. Telur itik 1.000 butir.

  2. Garam 7 kg.

  3. Abu gosok 5 kg.

  4. Tanah halus yang tidak berpasir 10 kg.

  5. Air secukupnya.

Cara membuat

  • Bersihkan telur itik dari semua kotoran yang menempel.

  • Buat adonan satu bagian garam yang ditambah dengan satu bagian abu gosok dan satu bagian tanah.

  • Aduk hingga rata dan tambahkan air secukupnya. Masukkan telur dalam adonan tadi sampai tertutup rata.

  • Usahakan adonan tetap lembap agar garam masuk ke dalam pori-pori telur.

  • Biarkan beberapa hari, tergantung selera asin.

  • Jika dibiarkan delapan hari, telur sudah terasa asin, tetapi kuning telurnya belum berminyak.

  • Telur akan sempurna asinnya jika dibiarkan selama 12-15 hari, bagian kuningnya akan tampak berminyak setelah direbus.

  • Bersihkan telur yang telah diasinkan, kemudian rebus dalam panci atau kuali sampai matang atau sekitar dua jam.

  • Angkat, tiriskan sampai dingin. Telur asin siap dikonsumsi.

Itulah penjelasan tentang sejarah telur asin dan cara membuatnya yang unik. Semoga membantu! (eK)