Sejarah Uang dan Perkembangannya di Dunia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah uang tidak terlepas dari sistem barter yang ada di zaman dahulu. Uang merupakan satu hal yang dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Ahmadi dalam bukunya Mengenal Seluk-beluk Uang menjelaskan bahwa uang memiliki segudang manfaat sekaligus dapat menimbulkan hal negatif, apalagi ketika nafsu manusia tidak terkontrol saat melihatnya.
Lantas, bagaimana sejarah uang dari dulu hingga kini? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Sejarah Uang, Dulu dan Sekarang
Sejarah uang terbagi menjadi beberapa masa. Adapun masa-masa tersebut adalah sebagai berikut.
1. Masa Sebelum Barter
Sebelum muncul sistem tukar-menukar barang masyarakat masih hidup dengan bergantung pada alam. Pada masa ini, manusia bahkan cenderung tidak membutuhkan orang lain.
Sebab, manusia mampu hidup mandiri dan mencari makanan sendiri dari alam. Pada zaman ini, setiap orang adalah produsen sekaligus konsumen.
2. Masa Sistem Barter
Sistem barter hadir ketika manusia mulai sadar bahwa mereka membutuhkan sesamanya. Setiap barang yang mereka produksi sendiri ternyata tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga mereka saling berinteraksi dan menukar barang atau jasa.
Meski demikian, lambat-laun masyarakat merasa bahwa sistem barter tidak memiliki takaran yang seimbang dan menimbulkan perdebatan. Dari sinilah mulai muncul uang barang.
3. Masa Uang Barang
Uang barang atau uang komoditas merupakan sistem pembayaran menggunakan barang yang dimiliki semua orang. Pada awalnya, sistem pembayaran ini menggunakan biji-bijian, teh, garam, serta tembakau.
Namun, lambat-laun sistem pembayaran uang barang mulai bergerak pada barang lebih besar, seperti hewan ternak, hingga produk pertanian.
3. Masa Uang Primitif
Pada tahun 1200 SM, masyarakat Maladewa menggunakan jenis alat tukar yang berbeda. Mereka mulai menggunakan uang primitif yang disebut dengan cowrie.
Cowrie berawal dari cangkang hewan moluska atau kerang. Dalam perjalanannya, cowrie ini akhirnya bergerak hingga masuk ke Cina, India, hingga dibawa dalam perjalanan dagang ke Afrika.
4. Masa Uang Logam dan Kertas
Uang adalah alat tukar yang memudahkan dalam transaksi barang dan jasa. Uang logam pertama kali dibuat oleh masyarakat Lydia dari emas serta perak dan berbentuk menyerupai kacang polong.
Harga uang emas dan perak setara dengan 75:25. Uang ini bernama elektrum. Setelah itu, Croseus yang berasal dari Yunani akhirnya menciptakan uang logam dengan harga sesuai bahan pembuatannya.
Namun, karena bahan emas dan perak sangat terbatas, masyarakat Tiongkok akhirnya mulai menciptakan uang dengan bahan kertas yang melalui berbagai proses hingga terciptalah uang kertas dari kulit kayu murbei.
5. Masa Perkembangan Uang Kertas
Uang kertas terus mengalami perkembangan hingga hadirlah perdagangan internasional yang memerlukan mata uang sebagai alat transaksinya.
Oleh sebab itu, setiap negara mulai menciptakan mata uangnya masing-masing, termasuk Indonesia dengan mata uang rupiah.
6. Masa Uang Digital
Perkembangan uang ternyata tidak berhenti sampai bentuk kertas saja. Masyarakat akhirnya menginginkan transaksi yang lebih mudah dan efektif tanpa membawa banyak uang ke mana-mana.
Akhirnya, terciptalah sistem canggih yang membawa kehadiran e-wallet dan QRIS yang membantu transaksi non tunai. Keberadaan sistem transaksi non tunai ini bisa mempermudahkanmu saat bertransaksi tanpa harus membawa banyak uang. Nah, itulah sejarah uang di dunia mulai sistem pra-barter hingga masa uang digital yang merebak saat ini. Kalau kamu, masih suka dengan transaksi tunai atau lebih suka dengan transaksi non tunai? [ENF]
