Sejarah VOC dan Tujuan Pembentukannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Vereenigde Oostindische Compagnie atau singkatan dari VOC adalah perusahaan dagang asal Belanda. Sejarah VOC dimulai pada saat berdirinya perusahaan ini pada tahun 1602.
Dikutip dari fahum.umsu.ac.id, perusahaan ini dibentuk oleh pemerintah Belanda bertujuan untuk mengatur dan memonopoli perdagangan di kawasan Asia, khususnya wilayah Hindia Timur termasuk Indonesia.
Sejarah VOC dan Tujuan Pembentukannya
Sejarah VOC adalah latar belakang terbentuknya perusahaan multinasional pertama di dunia yang mempunyai kekuasaan luar biasa. Perusahaan ini tidak hanya berfungsi untuk perusahaan dagang, VOC juga memiliki hak-hak istimewa.
Perusahaan ini dapat mencetak uang, membentuk angkatan bersenjata, hingga membuat perjanjian politik dengan kerajaan-kerajaan lokal.
Hak-hak ini diberikan oleh Pemerintah Belanda supaya VOC bisa bersaing dengan bangsa Eropa lainnya, seperti Portugis, Inggris, dan Spanyol yang juga berebut pengaruh di wilayah Asia.
Tujuan pembentukan VOC yang terpenting adalah untuk menghindari persaingan antar pedagang Belanda dalam perdagangan rempah-rempah. Selain itu VOC juga bertujuan memperkuat posisi Belanda di pasar global.
Sebelum VOC berdiri, terdapat banyak perusahaan dagang Belanda yang beroperasi secara terpisah dan bersaing, sehingga melemahkan kekuatan ekonomi satu sama lain.
Dengan terbentuknya VOC, semua kegiatan perdagangan Belanda di kawasan Asia dipusatkan dalam satu badan yang terorganisir.
Selain itu, VOC juga dibentuk untuk beberapa tujuan berikut ini:
Menguasai perdagangan rempah-rempah di kawasan Asia. Terutama komoditas cengkeh, pala, dan lada dari Nusantara.
Menyaingi kekuatan dagang bangsa Eropa seperti Portugis dan Inggris.
Mendapatkan keuntungan yang besar bagi para pemegang saham. Hal ini karena VOC merupakan perusahaan yang menerbitkan saham publik pertama di dunia.
Di Indonesia, VOC sangat berperan besar khususnya dalam sejarah kolonialisme. Pada tahun 1619, VOC mendirikan kantor pusat di Batavia yang sekarang ini Jakarta.
Pada saat itu, VOC perlahan-lahan memperluas kekuasaannya menggunakan politik devide et impera atau adu domba, perjanjian dagang, bahkan penaklukan wilayah. VOC juga memonopoli harga rempah-rempah sehingga menyebabkan rakyat Indonesia menderita akibat tekanan ekonomi dan politik.
Namun, akibat korupsi internal dan beban biaya operasional yang cukup besar, sejarah VOC pun berakhir, hingga dibubarkan pada tahun 1799. Aset dan wilayah kekuasaan VOC pun kemudian diambil alih oleh pemerintah Belanda, dan menjadi dasar penjajahan Belanda di Indonesia. (Win)
Baca Juga: Makna Proklamasi Ke merdekaan Indonesia yang Perlu Dihayati
