Konten dari Pengguna

Sejarah Wukuf di Padang Arafah dan Esensinya Menurut Ajaran Islam

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Wukuf di Padang Arafah. Sumber: Unsplash.com/tasnim umar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Wukuf di Padang Arafah. Sumber: Unsplash.com/tasnim umar

Wukuf di Padang Arafah merupakan salah satu rukun haji dalam ajaran Islam. Berdasarkan kondisi itu, jelas bahwa sejarah wukuf di Padang Arafah pun tentu mempunyai kaitan dengan ajaran Islam.

Padang Arafah adalah gunung di Arab Saudi yang menjadi tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah sekian tahun terpisah. Pemerintah Arab Saudi menandakan lokasi pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa itu dengan tugu yang terbuat dari beton.

Sejarah Wukuf di Padang Arafah

Ilustrasi Sejarah Wukuf di Padang Arafah. Sumber: Unsplash.com/ekrem osmanoglu

Sejarah wukuf di Padang Arafah dalam ajaran Islam sudah terjadi ratusan tahun lalu. Ajaran tersebut telah terjadi pada masa Nabi Muhammad Saw ketika sedang melaksanakan ibadah haji.

Mengutip dari buku Sejarah Ibadah, El-Fikri (2014: 95), ketika melaksanakan ibadah haji, Rasulullah Saw didatangi seseorang dari suku Nejd dan bertanya:

“Wahai Rasulullah, apa ibadah haji itu?” Beliau menjawab, “Inti ibadah haji adalah wukuf (berdiam diri) di Arafah. Siapa saja yang datang sebelum salat pada malam menginap di Muzdalifah, sesungguhnya hajinya telah sempurna”. (HR. Ahmad, al-Bayhaqi, dan al-Hakim)

Berdasarkan hadis tersebut, jelas bahwa wukuf di Padang Arafah adalah ajaran Islam yang telah disampaikan oleh Rasulullah Saw. Selain merupakan tempat wukuf, padang di Arab Saudi tersebut juga merupakan tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa.

Namun, ketika Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu di Padang Arafah, belum ada ibadah haji. Jadi, fakta yang lebih tepat mengenai sejarah wukuf di Arafah adalah menilik hadis Rasulullah Saw sebagai nabi dan rasul Allah Swt. yang terakhir. Wallahu a’lam bishawab.

Esensi Wukuf Menurut Ajaran Islam

Ilustrasi Sejarah Wukuf di Padang Arafah. Sumber: Unsplash.com/ekrem osmanoglu

Wukuf di Padang Arafah menurut ajaran Islam adalah salah satu rukun haji sehingga tidak boleh ditinggalkan. Jika seorang muslim meninggalkan wukuf di Padang Arafah, hajinya tidak sah.

Jika melihat kondisi itu, jelas bahwa setiap muslim yang melaksanakan ibadah haji harus alias wajib melakukan wukuf di Padang Arafah. Layaknya ibadah dalam ajaran Islam, wukuf ketika haji juga memiliki esensi yang penting.

Mengutip dari buku yang sama, El-Fikri (2014: 95) menjelaskan bahwa wukuf artinya berhenti atau berdiam diri. Maksudnya adalah merenungi kehidupan dan segala hal yang telah diciptakan oleh Allah Swt.

Demikian menjadi jelas bahwa sejarah wukuf di Padang Arafah mempunyai kaitan dengan ajaran Islam. Ajaran tersebut bahkan telah disampaikan oleh nabi dan rasul Allah Swt. yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishawab. (AA)