Konten dari Pengguna

Siapa Cendekiawan Bidang Kedokteran yang Berpengaruh pada Masa Bani Umayyah?

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cendekiawan Muslim Bidang Kedokteran yang Sangat Berpengaruh pada Masa Bani Umayyah adalah. Sumber: Unsplash.com/Hush Naidoo Jade Photography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cendekiawan Muslim Bidang Kedokteran yang Sangat Berpengaruh pada Masa Bani Umayyah adalah. Sumber: Unsplash.com/Hush Naidoo Jade Photography

Islam mempunyai banyak cendekiawan di berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang kedokteran. Cendekiawan muslim bidang kedokteran yang sangat berpengaruh pada masa Bani Umayyah adalah Ibnu Sina.

Ibnu Sina telah mempelajari bidang pengobatan sejak usia 16 tahun. Selang dua tahun kemudian, ilmuwan Islam di bidang kedokteran itu berjaya menjadi seorang praktisi kesehatan.

Cendekiawan Muslim Bidang Kedokteran yang Sangat Berpengaruh pada Masa Bani Umayyah adalah Ibnu Sina

Ilustrasi Cendekiawan Muslim Bidang Kedokteran yang Sangat Berpengaruh pada Masa Bani Umayyah adalah. Sumber: Unsplash.com/National Cancer Institute

Pada masa Bani Umayyah, ada banyak perkembangan dan pencapaian Islam. Pada masa tersebut, para tokoh muslim bukan hanya menguasai ilmu agama, melainkan berbagai macam ilmu tentang kehidupan manusia.

Salah satu contoh yaitu ilmu di bidang kedokteran. Cendekiawan muslim bidang kedokteran yang sangat berpengaruh pada masa Bani Umayyah adalah Ibnu Sina.

Mengutip dari buku Pendidikan Agama Islam Interdisipliner Bermuatan Moderasi untuk Disiplin Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Herlina (2022: 74), Ibnu Sina atau Avicenna di Barat adalah seorang ilmuwan ulung Islam yang mengubah bidang perobatan dunia.

Ibnu Sina memiliki karya fenomenal berupa Kitab As-Syifa dan Conun Fi Al Tibb. Kehebatan Ibnu Sina terjadi karena izin Allah Swt. dan ketekunannya dalam belajar.

Ibnu Sina telah mempelajari bidang pengobatan sejak usianya masih 16 tahun. Selang dua tahun kemudian, Ibnu Sina pun berjaya menjadi seorang praktisi kesehatan.

Ketika usianya masih 17 tahun, Ibnu Sina pernah dipanggil untuk mengobati Pangeran Samani, yaitu Nuh bin Mansyur. Selain ahli dalam bidang kedokteran, cendekiawan muslim yang lahir di Desa Afsyana itu juga ahli filsafat.

Cendekiawan Muslim yang Juga Ahli di Bidang kedokteran

Ilustrasi Cendekiawan Muslim Bidang Kedokteran yang Sangat Berpengaruh pada Masa Bani Umayyah adalah. Sumber: Unsplash.com/Markus Frieauff

Ibnu Sina merupakan salah satu cendekiawan muslim yang ahli di bidang kedokteran. Selain Ibnu Sina masih banyak cendekiawan muslim yang juga ahli dalam bidang tersebut, seperti Ibnu Rusyd dan Ar-Razi.

Mengutip dari buku yang sama, Herlina (2022: 74 – 75), berikut selintas tentang Ar-Razi dan Ibnu Rusyd:

1. Ar-Razi

Ar-Razi merupakan salah seorang perintis awal ilmu kedokteran. Ar-Razi dalam karyanya yang bernama At-Tibb Al-Mansuri menyoroti tiga aspek penting dalam kedokteran, yaitu:

  • Kesehatan publik;

  • Pengobatan preventif;

  • dan perawatan penyakit khusus.

2. Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd melahirkan banyak karya dalam bidang kedokteran, salah satunya Kitab Al-Kulliyat Fi At-Tibb (Kedokteran Umum) yang terdiri dari 7 jilid. Pada kitab tersebut terdapat penjelasan mengenai penyakit cacar dan fungsi retina.

Kini, diketahui bahwa cendekiawan muslim bidang kedokteran yang sangat berpengaruh pada masa Bani Umayyah adalah Ibnu Sina. Selain Ibnu Sina, ada pula Ar-Razi dan Ibnu Rusyd yang merupakan cendekiawan muslim di bidang kedokteran. (AA)