Siapa Guberner Jendral VOC yang Melakukan Pembantaian di Banda? Ini Jawabannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat satu nama mengemuka sebagai sosok yang terlibat dalam salah satu episode paling kelam dari sejarah kolonialisme Belanda di wilayah-wilayah sekitar Asia Tenggara serta merupakan seorang Guberner Jendral VOC yang melakukan pembantaian di Banda.
Nama itu adalah Jan Pieterszoon Coen. Untuk mengetahui penjelasan singkatnya, simak uraian di bawah ini.
Memahami Guberner Jendral VOC
Mengutip buku Sejarah SMA/MA Kls XI-IPS, VOC adalah perusahaan dagang Belanda yang didirikan tahun 1602. Perusahaan ini memiliki monopoli perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala, di wilayah-wilayah Indonesia bagian timur.
Guberner Jendral adalah pemimpin tertinggi VOC di Asia dan mereka memiliki otoritas besar dalam mengatur wilayah-wilayah kolonial Belanda di Asia.
Mengenal Guberner Jendral VOC yang Melakukan Pembantaian di Banda
Jan Pieterszoon Coen, atau lebih dikenal dengan inisial JP Coen, adalah salah satu Guberner Jendral VOC yang paling kontroversial dalam sejarah perusahaan ini.
Namun, kariernya berubah secara dramatis ketika Verhoeven tewas dalam sebuah serangan yang direncanakan oleh tokoh adat Aceh pada 1607.
Berikut adalah berbagai poin penting keterlibatan Jan Pieterszoon Coen dalam pembantaian di Banda:
1. Dilatarbelakangi Pembunuhan Laksamana Verhoeven
Pada 1607, Laksamana Verhoeven memutuskan untuk membangun benteng di Banda Neira, salah satu pulau di Kepulauan Banda. Hal ini membuat para tokoh dan rakyat Banda merasa terancam oleh kehadiran Belanda serta mencium segala muslihat VOC.
Kemudian, para tokoh di Banda yang dihormati dan dikenal sebagai "orang kaya Banda" berpura-pura ingin mengadakan perundingan damai terkait perdagangan rempah dengan Verhoeven.
Ketika Verhoeven setuju untuk berunding dan datang ke lokasi yang ditentukan, ia justru dibunuh dalam sebuah peristiwa tragis.
2. Jan Pieterszoon Coen sebagai Juru Tulis
JP Coen adalah salah satu orang yang selamat dari serangan tersebut. Pada saat itu, ia masih hanya seorang juru tulis yang bekerja untuk Verhoeven.
Kejadian ini menjadi poin balik dalam hidupnya. JP Coen merasa dendam terhadap rakyat Banda yang ia anggap bertanggung jawab atas kematian atasannya.
3. Rasa Dendam JP Coen
JP Coen menjadi saksi hidup kematian Verhoeven dan ia menjadikan peristiwa pembunuhan tersebut sebagai cambuk untuk mencapai jabatan tinggi dalam VOC.
Pada 1618, JP Coen diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC. Di masa kekuasaannya, JP Coen mewujudkan mimpi-mimpinya, salah satunya adalah membalas dendam kepada rakyat Banda.
4. Penaklukan Banda oleh JP Coen
Pada 1621, JP Coen memimpin ekspedisi besar ke kepulauan Banda. Meskipun mengalami serangan dan kehilangan beberapa pasukan, JP Coen berhasil menghimpun informasi tentang pertahanan pribumi di Banda Besar.
Kemudian, pada 11 Maret 1621, seluruh wilayah Banda Besar nyaris berhasil ditaklukkan oleh pasukan Coen.
5. Kronologi Pembantaian
Kejadian paling memilukan terjadi pada 8 Mei 1621 ketika JP Coen mengumpulkan 44 orang kaya Banda. Mereka dituduh sebagai tokoh yang paling berbahaya dan sebagai otak dari upaya makar terhadap VOC.
Mereka digiring ke belakang Benteng Nassau di Banda Neira. Kemudian, mereka dijagal oleh sekelompok ronin menggunakan pedang samurai.
Pembantaian ini menandai puncak dari penindasan VOC terhadap rakyat Banda dan JP Coen dikenang sebagai Guberner Jendral VOC yang melakukan pembantaian di Banda.
