Konten dari Pengguna

Siapa Pemimpin Rombongan Spanyol yang Tiba di Maluku pada 1522?

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi spanyol tiba di maluku pada 1522 di bawah pimpinan, sumber foto: Johannes Plenio by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi spanyol tiba di maluku pada 1522 di bawah pimpinan, sumber foto: Johannes Plenio by pexels.com

Setelah kedatangan Portugis, bangsa pertama yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk menguasai rakyat dan sumber dayanya adalah Spanyol. Spanyol tiba di Maluku pada 1522 di bawah pimpinan Sebastian del Cano.

Faktor pendorong kedatangan bangsa Eropa ke Asia terutama Indonesia adalah kebijakan Turki Utsmani yang menutup kota Konstantinopel dari pedagang Eropa. Keberhasilan Portugis juga membuat Spanyol tertarik untuk datang ke Indonesia.

Dikutip dari buku Pendalaman dan Pemantapan Materi Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VIII karya Fritz Hotman Syahmahita Damanik, berikut awal mula kedatangan bangsa Spanyol ke Indonesia.

Spanyol Tiba di Maluku pada 1522 di Bawah Pimpinan?

Ilustrasi spanyol tiba di maluku pada 1522 di bawah pimpinan, sumber foto: mali maeder by pexels.com

Keberhasilan bangsa Portugis ke Maluku membuat bangsa Spanyol tertarik untuk mengikuti jejak Portugis. Spanyol tiba di Maluku pada 1522 di bawah pimpinan Sebastian del Cano yang diterima baik oleh Sultan Tidore.

Pada waktu itu, sedang ada persaingan antara Ternate dan Tidore yang semakin memanas setiap harinya. Kondisi ini tentu langsung dimanfaatkan oleh Spanyol dengan memberikan dukungan kepada Tidore.

Spanyol membantu Tidore dalam menghadapi Ternate yang pada waktu itu juga didukung oleh kekuatan Portugis. Hal ini yang membuat rombongan bangsa Spanyol diterima baik oleh masyarakat dan dijadikan sekutu oleh Kerajaan Tidore.

Mengingat Tidore pada saat itu sedang bermusuhan dengan Kerajaan Ternate yang bersekutu dengan bangsa Portugis. Sayangnya kedatangan Spanyol di Maluku justru dianggap Portugis sebagai pelanggaran atas Hak Monopoli.

Secara tidak langsung timbul persaingan sengit antara Spanyol dan Portugis, perseteruan ini berlangsung cukup lama. Hingga pada akhirnya kedua belah pihak menyepakati untuk berunding pada tanggal 22 April 1529.

Pada perundingan ini, Spanyol diwakili oleh Raja Charles V, sedangkan Portugis diwakili oleh Raja John III. Perundingan berjalan lancar dan berhasil menyepakati Perjanjian Zaragoza yang mendamaikan kedua belah pihak.

Perjanjian ini berisi bahwa Spanyol harus meninggalkan Maluku dan memusatkan semua kegiatannya ke Filipina. Sedangkan Portugis tetap melakukan aktivitas perdagangan di Maluku seperti sedia kala.

Keberhasilan Portugis memang memicu semangat bangsa Spanyol untuk berlayar menuju ke Maluku, Indonesia. Spanyol tiba di Maluku pada 1522 di bawah pimpinan Sebastian del Cano. (DSI)