Siapa Penemu Manik-Manik? Cek Jawabannya di Sini

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa penemu manik-manik? Kalimat tersebut termasuk pertanyaan yang sukar untuk terjawab karena kenyataannya, penemu manik-manik memang sukar untuk diketahui.
Walaupun demikian, sejarah dari keberadaan manik-manik di dunia tetap bisa ditelusuri. Menurut catatan sejarah, manik-manik pertama di dunia ditemukan di Eropa pada masa Acheul.
Siapa Penemu Manik-Manik?
Setiap wilayah di berbagai belahan dunia mempunyai manik-manik tersendiri, termasuk Indonesia. Maka tak heran apabila sosok penemu manik-manik ini sukar untuk diketahui secara pasti.
Meski demikian, sejarah manik-manik tetap dapat ditelusuri. Berikut ringkasan sejarah manik-manik yang dapat menambah wawasan:
Muncul Ratusan Ribu Tahun Lalu
Manik-manik yang tersebar di banyak wilayah dunia saat ini memiliki berbagai macam bahan, seperti batu, plastik, kayu, dan sebagainya. Faktanya, manik-manik pertama di dunia tidak terbuat dari bahan-bahan tersebut, melainkan dari kulit kerang.
Mengutip dari buku Perhiasanku karya Uno (2018: 39), sejarah mencatat bahwa manik pertama berbahan kulit kerang ditemukan di Eropa pada masa Acheul. Masa tersebut terjadi sekitar 250.000 – 130.000 sebelum Masehi.
Setelah ratusan ribu tahun berkembang, bahan manik-manik mulai memiliki variasi. Sekitar 6.500 tahun sebelum Masehi, Mesir dan Mesopotamia sudah mengenal manik batu.
Perkembangan Jejak Manik-Manik
Jejak manik-manik sebagai benda masa lampau pun mengalami perkembangan. Wilayah Amerika Selatan, terutama peradaban pra-Kolombia dan Meksiko sudah menghasilkan manik-manik dengan berbagai bahan, antara lain:
Kulit kerang;
Batu pirus;
Kuarsa; dan
Emas.
Masyarakat Indian bahkan sudah menggunakan manik-manik sebagai aksesori, seperti kalung, gelang, ikat pinggang, serta dekorasi pakaian. Manik-manik sebagai peninggalan masa prasejarah banyak diperkirakan sebagai hasil kebudayaan Zaman Neolithikum.
Manik-manik pun terus berkembang dan menunjukkan eksistensinya sejak masa prasejarah di Indonesia. Mengutip dari buku Ensiklopedia Zaman Prasejarah karya Sugiarti (2020: 43), manik-manik yang ditemukan di beberapa daerah di Jawa Tengah memiliki banyak jenis dan ukurannya.
Setelah menyimak pemaparan di atas, kesimpulannya siapa penemu manik-manik? Penemu manik-manik belum diketahui secara pasti karena benda tersebut tersebar di banyak wilayah dengan berbagai ciri serta bentuk tersendiri. (AA)
