Konten dari Pengguna

Siapa yang Menjadi Penggerak Tuntutan Reformasi di Indonesia? Cek di Sini

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Siapa yang Menjadi Penggerak Tuntutan Reformasi di Indonesia? Sumber: Dio Hasbi Saniskoro/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Siapa yang Menjadi Penggerak Tuntutan Reformasi di Indonesia? Sumber: Dio Hasbi Saniskoro/Pexels.com

Reformasi di Indonesia terjadi akibat krisis ekonomi pada masa Orde Baru dan kepercayaan rakyat kepada pemerintah yang terus menurun. Pada reformasi yang berlangsung ada beberapa tuntutan tertentu. Lantas, siapa yang menjadi penggerak tuntutan reformasi di Indonesia tersebut?

Informasi selengkapnya, simak uraian berikut!

Reformasi di Indonesia

Ilustrasi: Siapa yang Menjadi Penggerak Tuntutan Reformasi di Indonesia? Sumber: Irgi Nur Fadil/Pexels.com

Era reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan tahun 1998, tepatnya setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri tanggal 21 Mei 1998 dan digantikan oleh Wakil Presiden B.J. Habibie.

Drs. Prawoto. M.Pd. dalam buku berjudul Seri Sejarah IPS SMP Kelas IX menjelaskan bahwa reformasi asalnya dari kata re yang artinya kembali dan formasi yang artinya susunan sehingga reformasi dapat diartikan sebagai susunan kembali atau menyusun kembali.

Yang disusun kembali, yakni sistem pemerintahan selama Orde Baru yang selama lebih dari tiga dasawarsa banyak tindak kejahatan dan kekerasan. Hal ini membuat cita-cita Orde Baru mengalami banyak penyelewengan kelompok sendiri.

Masalah-masalah tersebut mendorong ribuan mahasiswa melakukan demonstrasi dengan turun ke jalan. Dengan demikian, inti dari adanya reformasi, yakni perubahan di semua bidang yang ada pada periode sebelum tahun 1998 yang menyimpang.

Gerakan mahasiswa Indonesia merupakan puncak dari gerakan mahasiswa tahun 90-an yang ditandai dengan lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan pada 21 Mei 1998.

Gerakan ini diawali dengan terjadinya krisis moneter di pertengahan tahun 1997. Harga-harga kebutuhan yang melambung tinggi, daya beli di masyarakat pun semakin berkurang.

Tuntutan mundurnya Soeharto menjadi agenda nasional gerakan mahasiswa. Ibarat gayung bersambut, gerakan mahasiswa dengan agenda reformasi memperoleh simpati dan dukungan dari masyarakat.

D. Syaifruddin Jurdi dalam buku berjudul Kekuatan-Kekuatan Politik Indonesia menjelaskan bahwa dalam sejarah politik Indonesia, gerakan mahasiswa hadir untuk merespons beberapa masalah, yakni:

  1. Kemacetan politik.

  2. Ketidakadilan dalam segala bidang kehidupan.

  3. Kebijakan yang dianggap diskriminatif terhadap kelas dan kelompok tertentu.

  4. Ketidakcakapan aparatur pemerintahan dalam menangani persoalan ekonomi, sosial, ketertiban, dan keamanan dalam masyarakat.

Adapun tuntutan mahasiswa yang turun ke jalanan dan melakukan demonstrasi adalah:

  1. Menuntut pelaksanaan reformasi di semua bidang.

  2. Mendesak pemerintahan agar segera mengatasi krisis ekonomi.

  3. Meminta pertanggungjawaban presiden.

  4. Menuntut pelaksanaan sidang istimewa MPR.

Itulah penjelasan tentang peristiwa reformasi dan penggerak tuntutan reformasi di Indonesia. Semoga bermanfaat! (eK)