Konten dari Pengguna

Silsilah Sultan Gunung Jati dan Cara Berdakwahnya yang Unik

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto hanya ilustrasi: Silsilah Sultan Gunung Jati. Sumber: Craig Adderley/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto hanya ilustrasi: Silsilah Sultan Gunung Jati. Sumber: Craig Adderley/Pexels.com

Sultan Gunung Jati adalah seorang ulama Wali Songo sekaligus Sultan Cirebon yang berkuasa pada tahun 1479-1568.

Tahukah kamu, kalau silsilah Sultan Gunung Jati ini masih bersambung sampai Rasulullah SAW. Tidak heran, dari silsilah yang luar biasa inilah, muncul keteladanan yang patut dicontoh untuk semua orang.

Selain itu, dalam berdakwah, Sultan Gunung Jati menggunakan cara yang unik sehingga lebih mudah diterima masyarakat.

Agar kamu lebih paham tentang silsilah sekaligus cara dakwah Sultan Gunung Jati, silakan simak uraian berikut!

Silsilah Sultan Gunung Jati

Foto hanya ilustrasi: Silsilah Sultan Gunung Jati. Sumber: Monstera/Pexels.com

Wawan Hernawan dan Ading Kusdiana dalam buku berjudul Biografi Sunan Gunung Djati: Sang Penata Agama di Tanah Sunda menjelaskan bahwa, Syekh Syarif Hidayatullah terkenal dengan sebutan Sultan Gunung Jati.

Beliau lahir bertepatan dengan tanggal kelahiran Rasulullah SAW, yakni pada 12 Rabi'ul Awwal tahun 852 H, atau 16 Mei 1448 M.

Dalam Naskah Kuningan, yakni naskah yang dimiliki Keraton Kasepuhan, menjelaskan bahwa Sultan Gunung Jati adalah pemimpin Kesultanan Cirebon yang berhasil membawa kerajaan mencapai masa kejayaan.

Ketika mendapatkan kekuasaan Cirebon dari Pangeran Cakrabuana, Sultan Gunung Jati mendapatkan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif Abdullah.

Berikut silsilah Sultan Gunung Jati sesuai dengan Naskah Kuningan:

  1. Rasulullah SAW.

  2. Berputri Siti Fatimah.

  3. Berputra Sayid Husain.

  4. Berputra Zainal Abidin.

  5. Berputra Syekh Zainal Kabir.

  6. Berputra Syekh Zumadil Kubro.

  7. Berputra Raja Umrah Qadara yang berasal dari Mesir.

  8. Berputra Sultan Bani Israil yang kemudian menikah dengan Rara Santang.

  9. Berputra Syarif Hidayatullah atau Sultan Gunung Jati.

Cara Berdakwah Unik Sultan Gunung Jati

Cara berdakwah Sultan Gunung Jati terbilang unik. Beliau harus memainkan peran secara ganda.

Pertama, peran sebagai ulama bergelar waliyullah serta mendapat gelar Sayidin Panatagama atau dalam tradisi Jawa dianggap sebagai wakil Tuhan di dunia (khalifah). Peran keduanya adalah memerankan tokoh seorang raja.

Sultan Gunung Jati dalam menyebarkan agama Islam juga memakai pendekatan sosial budaya sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Selain itu, beliau juga memperkuat kekuasan politik sekaligus memperluas hubungannya dengan tokoh besar. Tokoh tersebut mulai dari daerah Demak, Cirebon, hingga Banten.

Selama memerintah, Sultan Gunung Jati juga membangun sarana serta prasarana ibadah di semua daerah kekuasaannya.

Dengan demikian, secara tidak langsung dampaknya bisa membuat Cirebon semakin berkembang pesat dan manfaatnya juga bisa dirasakan masyarakat luas, bahkan hingga sekarang.

Itulah silsilah Sultan Gunung Jati sekaligus cara dakwahnya yang unik. Semoga bermanfaat! (EKA)