Silsilah Sunan Drajat Hingga ke Nabi Muhammad

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita semua pasti pernah mendengar nama Sunan Drajat. Bagaimana tidak, ia adalah salah satu Wali Songo yang juga keturunan Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu, Sunan Drajat menyebarkan agama Islam di Desa Drajat, Lamongan yang belum tersentuh sama sekali.
Perjuangannya dalam menyebarkan agama Islam juga cukup unik. Ia bahkan mempunyai ajaran yang disebut dengan Catur Piwulang. Penasaran tentang cara dakwah, wilayah, dan silsilah Sunan Drajat? Simak ulasannya di artikel ini.
Silsilah Sunan Drajat hingga ke Nabi Muhammad dan Sejarah Hidupnya
Dikutip dari buku Mengenal Sembilan Wali Sanga karya Susilarini, Sunan Drajat mempunyai nama kecil Syarifuddin atau Raden Qasim. Selama kehidupan dakwahnya, ia juga dipanggil Sunan Mayang Madu dan Sunan Sedayu.
Ia adalah putra dari Sunan Ampel dan saudara kandung Sunan Bonang. Saat dewasa, ia menikah dengan Dewi Sifiyah, anak dari Sunan Gunung Jati.
Pada sekitar abad ke-15 dan ke-16 Masehi, ia mengambil tempat dakwah di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan sebagai pusat kegiatan dakwahnya.
Selama menyebarkan agama Islam, beliau dikenal sebagai sosok yang dermawan dan baik hati. Ia selalu memperhatikan nasib fakir miskin, membela anak-anak yatim piatu, fakir miskin, orang-orang sakit, dan selalu mengedepankan kesejahteraan sosial.
Dalan pengajaran tauhid dan akidah, Sunan Drajat mengambil cara ayahnya, yaitu langsung dan tidak mendekati budaya lokal. Cara penyampaiannya juga melalui seni, sama seperti Sunan Muria.
Sunan Drajat juga mempunyai filosofi kehidupan, yaitu Catur Piwulang, artinya empat ajaran untuk membantu sesama. Isi dari Catur Piwulang adalah:
Wenehono teken marang wong kan wuto (Berilah tongkat kepada orang buta)
Wenehono pangan marang wong kang keluwen (Berilah sedekah makanan bagi orang kelaparan)
Wenehono payung marang wong kang kaudanan (Berilah payung atau tempat berteduh bagi orang kehujanan)
Wenehono sandang marang wong kang kawudan (Berilah pakaian untuk orang yang tidak berpakaian)
Silsilah Sunan Drajat
Nabi Muhammad SAW
Fatimah az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib
Imam Husain
Ali Zainal Abadin
Muhammad al-Baqir
Ja'far ash-Shadiq
Ali al-Uraidhi
Muhammad al-Naqib
Isa ar-Rumi
Ahmad al-Muhajir
Ubaidullah
Alwi Awwal
Muhammad Sahibus Saumiah
Alwi ats-Tsani
Ali Khali' Qasam
Muhammad Shahib Mirbath
Alwi Ammi al-Faqih
Abdul Malik Azmatkhan
Abdullah Khan
Ahmad Syah Jalal
Jamaludin Akbar al-Husaini atau Syekh Jumadil Qubro
Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
Raden Rahmat atau Sayyid Ahmad Rahmatillah atau Sunan Ampel dan Dewi Condrowati
Raden Qasim atau Sunan Drajat
Itulah silsilah serta sejarah singkat tentang Sunan Drajat. Semoga informasi yang diberikan dapat membantu kamu. (RAF)
