Simak Filosofi Bunga Edelweis Sebagai Lambang Cinta

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa sangka ternyata filosofi bunga Edelweis yang indah ternyata dapat menggambarkan tentang keabadian cinta sejati. Bukan hanya indah, bunga Edelweis juga sangat tangguh dan kuat.
Bunga dengan nama ilmiah Leontopodium Alpinum ini mampu tumbuh di pegunungan dengan ketinggian 1.500 hingga 3.000 meter. Lapisan tipis kecil berwarna putih pada bunga Edelweis juga mampu melindunginya dari embun beku dan radiasi sinar ultraviolet sehingga sanggup menahan suhu dingin ekstrem.
Lalu seperti apa filosofi bunga Edelweis yang indah tersebut? Yuk temukan jawabannya pada artikel berikut ini.
Filosofi Bunga Edelweis
Bunga Edelweis merupakan famili dari bunga matahari dan bunga aster dan terdiri dari 50 hingga 500 bunga kecil.
Tanaman liar ini memiliki daun putih yang berbentuk menyerupai bintang ganda, dengan kepala bunga yang berjumlah sekitar 2 hingga 15.
Dikutip dari buku 20 Menggambar Objek Bunga Edelweis karya Bayu Stepano dan Jubile Enterprise, bunga Edelweis banyak tumbuh di puncak gunung, seperti Gunung Semeru dan Pegunungan Alpen.
Biasanya kepala bunganya akan mekar pada bulan Juli sampai September. Adapun makna filosofis bunga edelweis antara lain sebagai berikut.
1. Keberanian dan Kemuliaan
Di zaman kuno sekitar abad ke-19, Edelweis menjadi simbol ketidak terjangkauan. Para pemuda membuktikan keberaniannya dengan mendaki gunung dan mengambil bunganya.
Berawal dari sinilah bunga Edelweis dijadikan simbol keberanian dan kemulian.
2. Pengorbanan Cinta
Bunga Edelweis memberikan pemahaman bahwa cinta erat kaitannya dengan pengorbanan. Seseorang yang mencintai sesuatu entah itu kepada pasangan, keluarga, atau lainnya, pasti akan rela melakukan apapun demi mereka.
Ukuran cinta seserang dapat dilihat dari bagaimana cara dia berkorban. Semakin besar pengorbanan yang diberikan, semakin besar pula rasa cintanya.
Menariknya lagi, orang yang jatuh cinta tidak akan merasa berkorban untuk memberikan pelayanan yang spesial dan istimewa untuk apa yang dicintainya.
Inilah salah satu alasan kenapa bunga Edelweis dijadikan sebagai simbol cinta. Karena untuk mendapatkannya diperlukan butuh perjuangan dan pengorbanan yang tidak mudah.
3. Menjadi Manusia yang Bermanfaat
Filosofi bunga edelweis yang selanjutnya adalah memberikan contoh bahwa sebagai manusia sudah seyogyanya kita bisa bermanfaat. Karena selain memiliki rupa yang cantik dan menarik, ia juga bisa digunakan sebagai obat sakit perut.
Itulah filosofi bunga edelweis yang sering dianggap sebagai lambang cinta. Semoga bermanfaat! (DAI)
