Konten dari Pengguna

Strategi dan Taktik Pertempuran Surabaya, Peristiwa Besar pada 10 November 1945

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Strategi dan Taktik Pertempuran Surabaya. Sumber: Unsplash.com/Anggit Rizkianto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Strategi dan Taktik Pertempuran Surabaya. Sumber: Unsplash.com/Anggit Rizkianto

Pertempuran Surabaya merupakan salah satu peristiwa yang menunjukkan keteguhan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Strategi dan taktik Pertempuran Surabaya ada banyak macamnya.

Salah satu contoh adalah menggunakan siaran radio untuk membangkitkan semangat masyarakat. Nama pejuang yang memiliki kontribusi besar dalam membangkitkan semangat masyarakat Surabaya kala itu bernama Bung Tomo.

Strategi dan Taktik Pertempuran Surabaya

Ilustrasi Strategi dan Taktik Pertempuran Surabaya. Sumber: Unsplash.com/Shihab Afghony

Pertempuran Surabaya adalah peristiwa sejarah yang menjadi bukti perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 November 1945.

Pada masa itu, bangsa Indonesia melakukan perlawanan terhadap tentara Inggris. Pertempuran yang menimbulkan banyak korban jiwa itu berlangsung dengan sejumlah strategi dan taktik dari para pejuang.

Contoh strategi dan taktik Pertempuran Surabaya adalah menggunakan siaran radio. Mengutip dari buku Sejarah untuk SMP dan MTs, Soeyono dan Sudarini (2008: 4), Bung Tomo membakar semangat masyarakat Surabaya untuk melawan Inggris lewat stasiun radio.

Stasiun radio tersebut terletak di Jalan Mawar No. 4 Surabaya. Momen tersebut merupakan salah satu kejadian sebelum pecahnya pertempuran pada 10 November 1945.

Beberapa hari sebelum 10 November 1945, masyarakat Surabaya juga sudah melakukan strategi serta taktik. Salah satu contoh adalah kontak senjata pada 27 Oktober 1945.

Mengutip dari buku yang sama, Soeyono dan Sudarini (2008: 3), pada pukul 14.00 tanggal 27 Oktober 1945, terjadi kontak senjata pertama antara pemuda Surabaya melawan tentara Inggris. Pertempuran tersebut meluas menjadi serangan umum terhadap kedudukan Inggris.

Cikal Bakal Pertempuran Surabaya

Ilustrasi Strategi dan Taktik Pertempuran Surabaya. Sumber: Unsplash.com/motomoto sc

Pertempuran besar yang terjadi di Surabaya bukan sikap gegabah bangsa Indonesia yang terjadi tanpa sebab. Pertempuran tersebut terjadi karena adanya upaya bangsa asing, yakni Inggris yang kembali datang ke Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, Brigade 49 yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby mendarat di Surabaya. Pendaratan tersebut terjadi pada tanggal 25 Oktober 1945 dengan tujuan melucuti tentara Jepang dan menyelamatkan tawanan.

Kala itu, Indonesia masih menyambut baik kedatangan Brigade 49 sehingga muncul kesepakatan antara wakil-wakil pemerintah Republik Indonesia dengan Brigjen. A. W. S. Mallaby.

Namun, Inggris justru mengingkari kesepakatan tersebut. Inggris menyerbu penjara Kalisosok untuk membebaskan para tahanan Belanda dan menduduki Pelabuhan Tanjung Perak, Kantor Pos Besar, serta Gedung Bank Internatio.

Kondisi itu membuat rakyat Surabaya marah sehingga menyerang pos-pos Sekutu. Jadi, jelas bahwa strategi dan taktik Pertempuran Surabaya bukan terjadi tanpa sebab, melainkan karena Inggris yang berbuat curang terhadap kesepakatan. (AA)