Struktur Kesultanan Ternate yang Belum Banyak Orang Tahu

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesultanan Ternate merupakan salah satu dari empat kerajaan Islam di Kepulauan Maluku yang didirikan oleh Baab Mashur Malamo tahun 1257. Struktur Kesultanan Ternate ini berkaitan dengan figur penting para ulama dalam kerajaan atau kesultanan.
Pada dasarnya, Kesultanan Ternate memiliki peran penting di kawasan Nusantara bagian timur antara abad ke-13 sampai abad ke-19. Berdirinya Kesultanan Ternate bermula dari kebersamaan empat kampung yang masing-masing dikepalai Momole yang sepakat membentuk kerajaan.
Struktur Kesultanan Ternate
Dikutip dari buku Sejarah Peradaban Islam di Indonesia karya Prof. Dr. H. J. Suyuthi Pulungan, M.A, struktur Kesultanan Ternate berkaitan erat dengan figur penting para ulama dalam kerajaan atau Kesultanan. Pada masa awal berdiri, Kesultanan Ternate dipimpin oleh para Momole.
Ketika sudah membentuk Kesultanan, jabatan pimpinan mulai dipegang seorang raja yang bisa disebut dengan Kolano. Kemudian di pertengahan abad ke-15, Islam diadopsi secara total oleh penerapan syariat Islam yang mulai diberlakukan dalam masyarakat.
Sultan Zainal Abidin adalah Sultan Ternate yang meninggalkan gelar Kolano yang menggantinya dengan gelar Sultan. Dalam perubahan ini, para ulama menjadi figur penting dalam Kesultanan Ternate.
Setelah Sultan menjabat sebagai pemimpin tertinggi, ada jabatan jogugu atau perdana menteri dan juga para penasihat. Para penasihat ini bernama Fala Raha atau empat rumah yang bersifat empat klan bangsawan yang menjadi tulang punggung Kesultanan.
Masih belum ada sumber yang jelas terkait awal kedatangan Islam di Maluku Utara, khususnya Ternate. Namun, Islam diperkirakan mulai dikenal masyarakat Ternate sejak awal berdirinya Kesultanan Ternate.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pedagang Arab yang sudah menetap dan bermukim di Ternate. Bahkan beberapa raja awal Ternate juga menggunakan nama bernuansa Islam.
Sayangnya, kepastian para raja dan keluarga Kesultanan Ternate yang memeluk Islam ini masih menjadi perdebatan. Hanya dipastikan bahwa keluarga Kesultanan Ternate secara resmi memeluk agama Islam di pertengahan abad ke-15.
Ternate memang menjadi wilayah kekuasaan Kesultanan Ternate dan proses perkembangan agama Islam. Sedangkan struktur Kesultanan Ternate ini berkaitan erat dengan figur penting para ulama dalam kerajaan yang jarang disadari. (DSI)
