Konten dari Pengguna

Suku Himba Afrika Selatan yang Terkenal Ekstrim

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi suku Himba Afrika Selatan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suku Himba Afrika Selatan. Foto: Pexels

Suku Himba Afrika Selatan adalah salah satu kelompok etnis yang mendiami wilayah Namibia, terutama di daerah utara, dekat perbatasan dengan Angola.

Artikel berikut ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai suku Himba Afrika Selatan yang juga memiliki populasi kecil di Angola dan memiliki hubungan historis dengan suku Herero.

Suku Himba Afrika Selatan

Ilustrasi suku Himba Afrika Selatan. Foto: Pexels

Buku Berdoa bagi Dunia oleh Jason Mandryk menulis bahwa suku Himba adalah salah satu suku terabaikan yang hanya terdiri dari kurang lebih 5.000 jiwa.

Struktur sosial suku Himba sangat patriarkal, dengan pria sering kali memiliki beberapa istri (poligami). Sistem keluarga mereka juga bersifat patrilineal, di mana garis keturunan ditarik dari pihak ayah.

Suku Himba memiliki sistem kekeluargaan yang sangat erat, di mana anggota keluarga besar tinggal bersama dalam satu kraal (perkampungan) yang dikelilingi pagar yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga atau pemimpin suku.

Suku Himba dikenal dengan penampilan mereka yang khas. Para wanita Himba menggunakan campuran mentega, lemak, dan oker merah yang disebut otjize untuk melapisi kulit dan rambut mereka.

Campuran ini memberi kulit mereka warna merah yang khas, yang melambangkan keindahan dalam budaya mereka. Selain itu, otjize juga melindungi mereka dari sinar matahari yang keras dan gigitan serangga.

Sedangkan, pakaian mereka biasanya terdiri dari menggunakan cawat atau rok yang terbuat dari kulit binatang serta perhiasan yang terbuat dari kerang, logam, dan kulit.

Rumah-rumah Himba dikenal sebagai ondjuwo, yang biasanya berbentuk bulat dan terbuat dari campuran tanah liat dan kotoran sapi. Bangunan ini dirancang untuk melindungi penghuni dari cuaca ekstrem, baik panas maupun dingin.

Himba adalah masyarakat pastoral nomaden yang bergantung pada ternak, terutama sapi dan kambing. Ternak merupakan simbol kekayaan dan status sosial dalam budaya Himba. Mereka juga memelihara unta di beberapa daerah yang lebih kering.

Suku Himba menganut kepercayaan tradisional yang berpusat pada pemujaan leluhur dan percaya pada keberadaan satu dewa tertinggi yang disebut Mukuru.

Mukuru dianggap sebagai penjaga dan pemberi kehidupan, dan komunikasi dengan Mukuru dilakukan melalui api suci yang selalu dijaga oleh keluarga.

Mereka juga percaya pada roh-roh leluhur yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari sehingga upacara pemujaan leluhur sangat penting dalam budaya mereka.

Suku Himba Afrika Selatan adalah salah satu dari sedikit kelompok etnis di dunia yang tetap mempertahankan gaya hidup tradisional mereka di tengah perubahan global. (SP)